FAKTA – Ratusan warga transmigrasi Lampung di Dusun 5, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda lahan pertanian mereka.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada 2 September 2026 sekitar pukul 12.41 WIB. Hingga kini, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan masih mengancam area lahan pertanian warga.
Upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Lokasi kebakaran cukup jauh dari sumber air, sementara kanal yang selama ini menjadi tempat penampungan air dilaporkan sudah mengering.
Kondisi tersebut membuat warga harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Ketua kelompok pemadaman, M. Toyip Amin, bersama Memet dan Akmal, mengungkapkan keterbatasan peralatan menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat.
Menurut Toyip, hingga saat ini belum terlihat keterlibatan optimal dari pihak berwenang, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, dalam membantu proses pemadaman di lokasi.
“Kami sangat menyayangkan pihak yang berkompeten, baik dari kabupaten maupun provinsi, tidak ada partisipasinya untuk ikut membantu memadamkan api yang semakin hari semakin membesar,” kata Toyip kepada Majalah Fakta.id.
Ia mengatakan kemampuan masyarakat untuk melakukan pemadaman secara mandiri sangat terbatas, terlebih kondisi api telah meluas dan medan yang harus dijangkau cukup sulit.
Meski demikian, upaya pemadaman mendapat dukungan dari perusahaan Sinar Mas yang mengirimkan lima personel tim rescue ke lokasi. Kehadiran tim tersebut dinilai sangat membantu warga karena dilengkapi peralatan pemadam kebakaran yang lebih memadai.
“Kami sangat terbantu karena mereka mempunyai alat pemadam api yang modern. Tapi api belum juga bisa dipadamkan karena kebakarannya sudah meluas,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, masyarakat tetap bergotong royong melakukan pemadaman. Sejumlah warga yang dihubungi menyebut kobaran api yang sebelumnya cukup besar mulai berangsur mengecil setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama.
Mereka mengapresiasi kerja sama warga Muara Medak di bawah koordinasi M. Toyip dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Dukungan lima personel tim rescue dari Sinar Mas juga disebut memberikan tambahan tenaga sekaligus peralatan dalam upaya mengendalikan kebakaran.
Warga berharap bantuan pemadaman dari pemerintah dan pihak terkait segera datang, mengingat kebakaran belum sepenuhnya terkendali. Ketersediaan sumber air dan peralatan pemadam menjadi kebutuhan mendesak agar api tidak kembali membesar dan meluas ke lahan pertanian maupun kawasan di sekitarnya. (Raito Ali)






