Kota Batu, majalahfakta.id — Udara sejuk Kota Batu pagi itu dipenuhi tawa, yel-yel, dan langkah kaki 1.500 hasher dari seluruh Indonesia. Mereka berkumpul dalam ajang Pan Indo Hash XL Malang 2026 yang digelar Kamis, 3 September 2026.
Ajang ini bukan sekadar lomba lari. Ia adalah perpaduan olahraga, petualangan, dan pariwisata yang kian mengukuhkan Batu sebagai destinasi sport tourism unggulan di Jawa Timur.
Apa Itu Hashing?
Hashing adalah komunitas lari lintas alam yang sudah ada sejak 1938 di Kuala Lumpur. Konsepnya sederhana: ada “kelinci” yang membuat jejak berupa tepung atau kertas, lalu “anjing pemburu” mengikutinya.
Tapi yang bikin hashing beda adalah semangatnya. Tidak ada kejar-kejaran waktu, tidak ada podium juara. Yang ada hanya rute menantang, pos cek poin, dan tradisi “circle” di akhir lari: duduk bersama, bernyanyi, bercanda, dan minum bersama.
Singkatnya, hashing = 50% olahraga, 50% sosialisasi. Karena itu komunitasnya cepat tumbuh dan lintas usia.
Batu: Rumah Kedua Para Hasher
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, hadir membuka acara. Ia menyebut Batu memang sudah jadi langganan komunitas hash di Jawa Timur.
“Kota Batu selama ini menjadi salah satu tempat berkumpulnya komunitas hasher di Jawa Timur. Kegiatan hash bahkan rutin dilakukan hampir setiap hari, Senin sampai Sabtu,” ujar Heli.
“Harapan kami, kegiatan ini jadi momentum melepas kepenatan, menjaga kebugaran, serta membawa semangat dan kebahagiaan bagi seluruh peserta. Semoga berjalan lancar dan semua kembali sehat,” lanjutnya.
Menggerakkan Ekonomi Warga
Dampak Pan Indo Hash XL terasa jauh melampaui garis finish. Ribuan peserta menginap, makan, belanja oleh-oleh, dan menggunakan transportasi lokal.
“Kehadiran ribuan peserta menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, transportasi, dan usaha pariwisata. Kota Batu tidak hanya kota wisata, tetapi juga punya potensi besar sebagai kota sport tourism,” kata Heli.
Ia mendorong agar event olahraga seperti ini terus digelar. Tujuannya satu: manfaatnya kembali ke masyarakat Batu.
Tiga Tantangan di Tengah Alam Batu
Panitia menyiapkan tiga kategori yang menguji stamina sekaligus memanjakan mata:
1. Green Dress Run 5 km: Kamis, 3 September 2026. Rute santai untuk pemula.
2. *mBall Breaker 15 km: Jumat, 4 September 2026. Trek menanjak dan turunan khas perbukitan Batu.
3. Super Long Run 25 km: Puncak acara. Untuk hasher sejati yang ingin menaklukkan jarak terjauh.
Dengan latar kebun apel, hutan pinus, dan jalan desa, setiap kilometer terasa seperti wisata.
Penutupan acara ditandai dengan “circle” besar: para peserta duduk melingkar, menyanyikan lagu hashing, dan saling bertukar cerita. Tidak ada pemenang, tapi semua pulang dengan pengalaman.
Dan bagi Kota Batu, Pan Indo Hash XL 2026 adalah bukti bahwa ketika olahraga bertemu pariwisata, yang tumbuh bukan hanya pelari. Ekonomi warga juga ikut berlari. (Mud/F.1015)






