FAKTA – Agustus di Tegal tahun ini terasa berbeda. Di sela terik dan riuh panjat pinang, bendera merah putih tidak hanya berkibar di lapangan. Ia juga tergantung di gang sempit, di pagar rumah, dan di balai desa. Karena tahun ini Kodim 0712/Tegal memilih merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan cara yang lebih membumi: mengajak warga turun ke jalan, menyapu, mengecat, dan menata kampungnya sendiri.
Selasa, 18 Agustus 2026, Kodim 0712/Tegal menggelar Lomba Kampung Nusantara. Ajang ini mempertemukan 22 Rukun Tetangga dari Kota dan Kabupaten Tegal. Rinciannya, 18 RT mewakili kecamatan-kecamatan di Kabupaten Tegal dan 4 RT dari Kota Tegal. Setiap RT maju mewakili wilayahnya.
Bukan soal trofi, tapi soal layak huni
Hadirin bukan hanya juri dengan papan nilai. Tim penilai gabungan dari Kodim 0712/Tegal, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota dan Kabupaten Tegal menyisir tiap sudut kampung. Ada enam tim yang diterjunkan, dipimpin langsung oleh para Pasi: Pers, Ter, Intel, Log, Ops, dan Dan Unit Kodim. Setiap tim menilai 3 sampai 4 RT dalam satu hari.
Awalnya penilaian mengacu pada 3 kata kunci: K3, Ketertiban, Keindahan, dan Kebersihan. Seiring waktu diperluas menjadi 5 aspek: kebersihan, kerapian, keindahan, kesehatan, dan kemeriahan lingkungan.
Juri melihat hal-hal yang sederhana tapi menentukan kualitas hidup. Apakah selokan tidak mampet. Apakah ada pengolahan limbah rumah tangga yang baik. Apakah setiap kepala keluarga punya jamban sehat dan tempat pembuangan sampah yang memenuhi syarat. Sekaligus, seberapa kreatif warga menghias lingkungan dengan nuansa kemerdekaan.
“Ini bukan sekadar perlombaan. Ini momentum menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujar Komandan Kodim 0712/Tegal, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, S.H.M.Han., disela penilaian.
Menurutnya, kemeriahan 17 Agustus tidak cukup dirayakan dengan lomba di lapangan saja. Kemerdekaan harus tampak dari lingkungan yang tertib, indah, dan bersih. Dari sanalah kepedulian sosial dan persatuan diuji.
Warga jadi subjek, bukan penonton
Di Lomba Kampung Nusantara tidak ada panggung megah. Yang ada ember cat, sapu lidi, pot bunga, dan warga yang kerja bareng tetangga.
Saat tim juri menyambangi RT 06 RW 07 Desa Pangkah, Danramil 14/Slawi Kapten Kav Badrun Alibeni yang juga bertugas sebagai Dan Unit Kodim 0712/Tegal menegaskan tujuan lomba ini.
“Lomba K5 atau Kampung Nusantara yang diprakarsai Dandim bertujuan meningkatkan kebersihan, kerapian, keindahan, kesehatan, termasuk kenyamanan lingkungan,” katanya.
Ia juga berharap semangat ini menular. “Diharapkan tidak hanya RT sini saja yang langganan menang. Untuk Kades, pancing RT yang lain. Minimal kalau semua RT antusias”
Harapannya jalan terus setelah 18 Agustus
Tujuan lomba ini sederhana tapi tidak ringan: mendorong masyarakat menata lingkungan secara berkelanjutan. Kodim ingin dari ajang ini lahir kawasan permukiman yang nyaman, sehat, dan bisa jadi contoh.
Karena itu, Kodim 0712/Tegal berharap efeknya tidak berhenti tanggal 18 Agustus. Semangat gotong royong yang tumbuh saat persiapan lomba diharapkan terus hidup. Sehingga kualitas lingkungan di desa dan kelurahan peserta benar-benar naik kelas.
Di usia 81 tahun kemerdekaan, nasionalisme hari ini mungkin paling nyata diuji bukan di orasi, tapi di tempat yang paling dekat di halaman rumah yang bersih, di pos ronda yang dicat ulang, dan di kampung yang dirawat bersama. (sus)






