FAKTA – Layanan transportasi publik Trans Jatim mencatat capaian positif dalam survei kepuasan masyarakat yang dilakukan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).
Bus yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi program dengan tingkat kepuasan masyarakat tertinggi, mencapai 82,5 persen.
Hasil tersebut terungkap dalam survei ARCI terhadap program-program Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak pada periode kedua.
Peneliti ARCI Baihaki Sirajt mengatakan, tingginya tingkat kepuasan terhadap Trans Jatim menunjukkan layanan transportasi publik tersebut semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Bus Trans Jatim tertinggi, dan harapan masyarakat adalah program Bus Trans Jatim terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur,” kata Baihaki saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Survei tersebut tidak hanya menempatkan Trans Jatim sebagai program dengan tingkat kepuasan tertinggi, tetapi juga menunjukkan adanya permintaan masyarakat agar jangkauan transportasi publik diperluas.
ARCI melakukan survei terhadap 1.200 responden di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur pada 18–28 Agustus 2026. Metode yang digunakan adalah stratified random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,8 persen.
Selain Trans Jatim dengan tingkat kepuasan 82,5 persen, sejumlah program Pemprov Jatim lainnya juga memperoleh respons positif.
Pengelolaan sampah berada di angka 81,3 persen, sementara program ketahanan pangan dan bantuan sosial mencapai 79,6 persen. Program Perisai Anak dan KIP Jawara masing-masing berada dalam kelompok program dengan tingkat kepuasan 78,1 persen.
Transportasi Publik Semakin Dibutuhkan
Capaian Trans Jatim tersebut tidak terlepas dari upaya memperluas layanan transportasi publik yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Sejak mulai beroperasi pada 2022, Trans Jatim dikembangkan sebagai layanan bus antarkota yang menghubungkan kawasan strategis, termasuk wilayah Gerbangkertosusila dan Malang Raya. Hingga 2026, layanan tersebut telah berkembang menjadi delapan koridor.
Pengembangan jaringan tersebut menjadi penting karena kebutuhan mobilitas masyarakat Jawa Timur terus meningkat. Kehadiran transportasi publik dengan tarif relatif terjangkau menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkawasan tanpa sepenuhnya bergantung pada kendaraan pribadi.
Dari sisi tarif, layanan Trans Jatim juga dirancang agar dapat dijangkau berbagai kelompok masyarakat. Untuk Koridor 2 Kanjuruhan di kawasan Malang Raya, misalnya, tarif ditetapkan Rp5.000 untuk masyarakat umum dan Rp2.500 bagi pelajar, mahasiswa, serta santri. Pembayaran juga dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan transportasi publik di Jawa Timur.
Jadi Modal Evaluasi Dishub Provinsi Jatim
Bagi Dishub Provinsi Jatim, hasil survei ARCI sekaligus menjadi modal untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas layanan Trans Jatim.
Kepuasan 82,5 persen memang menjadi capaian positif, namun tingginya harapan masyarakat terhadap perluasan jaringan menunjukkan masih terdapat ruang pengembangan yang cukup besar.
Pesan yang disampaikan pengelola Trans Jatim pun menegaskan bahwa capaian tersebut tidak menjadi titik akhir. Peningkatan kualitas layanan diarahkan pada aspek keamanan, kenyamanan, keterjangkauan dan keandalan transportasi publik.
Dengan semakin luasnya jaringan, tantangan berikutnya bukan hanya menambah koridor, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan tetap konsisten.
Ketepatan waktu, kemudahan akses halte, integrasi antarmoda, keamanan penumpang hingga kemudahan sistem pembayaran menjadi bagian penting agar peningkatan jumlah pengguna berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.
Hasil survei ARCI memberikan gambaran bahwa masyarakat Jawa Timur memberikan respons positif terhadap keberadaan Trans Jatim. Pada saat yang sama, harapan untuk memperluas jangkauan menunjukkan bahwa transportasi publik mulai dipandang sebagai kebutuhan yang harus terus diperkuat pemerintah daerah.
Karena itu, capaian 82,5 persen dapat menjadi pijakan bagi Dishub Provinsi Jatim untuk terus mengembangkan Trans Jatim agar tidak hanya menjadi program unggulan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem transportasi publik Jawa Timur yang semakin terintegrasi dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. (nyo)






