QS. Al-Baqarah: 135
PESAN INDAH AL-QUR’AN NOMOR 0133
FAKTA – Ketika Keyakinan Disembunyikan. “Maaf, saya izin salat sebentar.” Kalimat sederhana itu berkali-kali tertahan di tenggorokan seorang profesional muda. Saat jam istirahat tiba, teman-temannya mengajaknya terus berbincang. Ia sebenarnya ingin menunaikan salat, tetapi takut dianggap terlalu fanatik, tidak fleksibel, atau berbeda dari lingkungan kerja.
Akhirnya, ia memilih diam. Sesekali ia bahkan mengorbankan waktu ibadah agar tetap terlihat sama seperti orang-orang di sekitarnya.
Suatu hari, ketika sendirian, ia bertanya kepada dirinya sendiri: mengapa begitu sulit menjadi diri sendiri ketika keyakinan mulai berbeda dengan lingkungan?
Ia menyadari bahwa keinginannya untuk diterima perlahan-lahan membuatnya menyembunyikan sesuatu yang seharusnya ia jaga.
Betapa sering kita lebih takut kehilangan pengakuan manusia daripada kehilangan keteguhan dalam menjalankan keyakinan.
Allah mengingatkan bahwa petunjuk tidak ditentukan oleh tekanan kelompok atau tuntutan untuk menjadi sama dengan orang lain. Kita diperintahkan mengikuti jalan tauhid yang lurus, sebagaimana millah Nabi Ibrahim.
QS. Al-Baqarah: 135
وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Mereka berkata, ‘Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.’ Katakanlah, ‘(Tidak!) Akan tetapi, (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.’”
Pesan Tiga Tafsir
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kaum Yahudi dan Nasrani masing-masing mengajak umat Islam mengikuti agama mereka dengan klaim bahwa itulah jalan petunjuk. Allah memerintahkan Rasulullah menegaskan bahwa petunjuk yang benar adalah mengikuti millah Ibrahim yang hanif: lurus dalam tauhid dan tidak menyekutukan Allah.
Tafsir Al-Azhar – Buya Hamka
Buya Hamka menjelaskan makna hanif sebagai kecenderungan yang lurus menuju Allah, tidak membelok kepada yang lain. Di dalamnya terkandung makna tauhid. Ibrahim tidak mempersekutukan Allah, dan itulah inti agama yang dipegang teguh.
Tafsir Al-Jalalain
Al-Jalalain menerangkan bahwa kaum Yahudi dan Nasrani mengajak orang mengikuti agama mereka. Jawabannya adalah mengikuti millah Ibrahim yang hanif, berpaling dari keyakinan yang menyimpang menuju agama yang lurus.
Cermin Diri
Bergaul dengan siapa pun tetaplah penting. Menghormati perbedaan juga merupakan bagian dari akhlak. Namun, menghormati orang lain tidak berarti harus mengorbankan keyakinan sendiri.
Kita tidak harus menjadi sama dengan semua orang agar dapat hidup berdampingan. Kita hanya perlu tetap teguh pada kebenaran dengan akhlak yang baik.
Jangan biarkan keinginan untuk diterima membuat kita malu menjalankan apa yang kita yakini benar.
Doa
Ya Allah, teguhkanlah hati kami di atas petunjuk-Mu. Berikan kami keberanian untuk mempertahankan iman tanpa kesombongan, serta kemampuan menghormati sesama tanpa mengorbankan prinsip tauhid. Jadikan kami hamba yang lurus dalam keyakinan dan baik dalam pergaulan. Aamiin.
Iwan Muhajirin
Story First. Knowledge Later. Legacy Forever.






