Ketika Membela Agama Justru Membuat Kita Merendahkan Nabi Allah

Jangan sampai semangat membela agama membuat kita melupakan ajaran agama itu sendiri. (Foto : JPI)

PESAN INDAH AL-QUR’AN NOMOR 0134

QS. Al-Baqarah: 136

FAKTA – Ketika Jari Lebih Cepat daripada Hati. “Pokoknya, kita harus membela Islam!”

Dengan penuh semangat, seorang Muslim muda membagikan sebuah unggahan di media sosial. Isinya menyerang keyakinan orang lain dengan kata-kata kasar, bahkan merendahkan Nabi Isa. Ia merasa sedang menunjukkan kecintaan kepada agamanya.

Tak lama kemudian, seorang temannya mengirim pesan pribadi.

“Bukankah Nabi Isa juga nabi yang wajib kita imani?”

Ia terdiam. Selama ini ia begitu bersemangat membela Nabi Muhammad, tetapi lupa bahwa keimanan seorang Muslim juga mencakup Nabi Ibrahim, Musa, Isa, dan seluruh nabi yang diutus Allah.

Ia membuka kembali Al-Qur’an. Di sana ia menemukan bahwa Allah tidak mengajarkan umat Islam untuk merendahkan nabi yang lain. Justru Allah memerintahkan mereka mengimani seluruh nabi-Nya.

Ia ingin membela agama, tetapi baru menyadari bahwa semangat tanpa ilmu dapat membuat seseorang justru bertentangan dengan ajaran yang dibelanya.

QS. Al-Baqarah: 136

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami berserah diri kepada-Nya.’”

Pesan Tiga Tafsir

Tafsir Ibnu Katsir

Allah memerintahkan kaum beriman untuk mempercayai wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan para nabi terdahulu. Tidak boleh beriman kepada sebagian nabi lalu mengingkari yang lain. Semua nabi Allah wajib diimani.

Tafsir Al-Azhar – Buya Hamka

Hamka menjelaskan kesinambungan ajaran tauhid Nabi Ibrahim dengan risalah Nabi Muhammad. Islam mengakui wahyu yang diturunkan kepada para nabi terdahulu. Inti ajarannya adalah penyerahan diri yang tulus kepada Allah.

Tafsir Al-Jalalain

Ayat ini menjelaskan pengakuan iman kepada Allah dan wahyu yang diberikan kepada para nabi, termasuk Ibrahim, Musa, dan Isa. Umat Islam tidak membeda-bedakan mereka dengan menerima sebagian dan mengingkari sebagian lainnya.

Cermin Diri

Membela Islam tidak harus dengan menghina keyakinan orang lain. Kita dapat teguh mempertahankan akidah sekaligus menjaga lisan dan menghormati sesama.

Mengimani Nabi Isa sebagai rasul Allah tidak berarti menyamakan seluruh keyakinan agama. Kita tetap berpegang pada akidah Islam, tanpa merendahkan nabi yang juga dimuliakan dalam Al-Qur’an.

Jangan sampai semangat membela agama membuat kita melupakan ajaran agama itu sendiri. Iman yang benar harus berjalan bersama ilmu, adab, dan ketulusan.

Doa

Ya Allah, teguhkan iman kami kepada-Mu dan kepada seluruh nabi-Mu. Jauhkan kami dari ucapan yang melampaui batas. Bimbinglah kami agar mampu membela kebenaran dengan ilmu, menyampaikan keyakinan dengan hikmah, dan menjaga akhlak dalam setiap perbedaan. Aamiin.

Iwan Muhajirin

Story First. Knowledge Later. Legacy Forever.