FAKTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat dukungan logistik dari sektor swasta untuk memperkuat penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Indonesia.
Sebanyak 240 ribu masker diserahkan PT Hetzer Medical Indonesia untuk membantu masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan maupun abu vulkanik.
Bantuan tersebut diterima langsung Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Rustian menyampaikan apresiasi kepada PT Hetzer Medical Indonesia atas kepedulian perusahaan dalam mendukung penanganan bencana.
Menurutnya, dukungan dari dunia usaha memiliki arti penting, khususnya ketika kebutuhan perlindungan masyarakat meningkat akibat bencana yang berdampak terhadap kualitas udara.
“Sebanyak 240.000 masker tersebut nantinya akan segera didistribusikan ke berbagai wilayah yang membutuhkan,” kata Rustian.
Penyaluran masker akan diarahkan terutama ke daerah yang tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan serta wilayah yang terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
BNPB menilai bantuan perlindungan pernapasan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi bencana yang menimbulkan asap maupun material vulkanik.
Penggunaan masker dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat dari paparan partikel di udara, khususnya bagi warga di wilayah terdampak.
Dukungan Swasta Perkuat Penanganan Bencana
Rustian mengatakan keterlibatan sektor swasta turut membantu pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan logistik kebencanaan di lapangan.
Menurut dia, kebutuhan penanganan bencana sangat beragam dan tidak seluruh jenis logistik maupun peralatan yang dibutuhkan selalu dapat dipenuhi dari ketersediaan dalam negeri. Karena itu, dukungan dari dunia usaha menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat kapasitas respons pemerintah.
Di sisi lain, perwakilan PT Hetzer Medical Indonesia, Widya Rosanto, menyatakan donasi tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan masker diharapkan dapat memberikan dukungan praktis bagi masyarakat maupun petugas yang berada di wilayah dengan kondisi udara yang terdampak asap dan abu vulkanik.
BNPB Dorong Kolaborasi Pentaheliks
Penyerahan bantuan tersebut sekaligus memperkuat pendekatan kolaboratif yang selama ini didorong BNPB dalam penanggulangan bencana.
BNPB terus mengembangkan konsep pentaheliks, yakni kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat atau komunitas, serta media. Pendekatan tersebut dinilai penting karena penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan pemerintah.
Kerja sama multipihak dibutuhkan mulai dari tahap pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, respons ketika bencana terjadi, hingga pemulihan setelah bencana.
Dalam konteks bantuan masker, keterlibatan dunia usaha menjadi contoh konkret bagaimana sektor nonpemerintah dapat berkontribusi terhadap penguatan kapasitas penanggulangan bencana.
BNPB berharap kolaborasi semacam ini terus berkembang sehingga respons terhadap bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Penguatan kerja sama pemerintah dengan dunia usaha juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana di Indonesia. (F1)
Sumber : BNPB






