Retakan di Puskesmas Pakem Bondowoso Bukan Struktur Plafon, Konsultan: Hanya Lapisan Plamir

Kondisi atap plafon bagian depan Puskesmas Pakem Bondowoso, Kamis (3/9/2026). (Foto: Ubay)

Bondowoso, majalahfakta.id — Konsultan pengawas proyek pembangunan Puskesmas Pakem bersama tim Dinas Kesehatan Bondowoso melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan, Kamis (3/9/2026).

Pemeriksaan dilakukan menyusul informasi mengenai dugaan kerusakan plafon dan kebocoran di bagian teras depan pintu masuk dekat Unit Gawat Darurat (UGD).

Hasil pengecekan, konsultan memastikan struktur atap dan plafon bangunan dalam kondisi utuh. Retakan yang terlihat, menurut mereka, hanya terjadi pada lapisan finishing berupa plamir atau dempul.

Konsultan pengawas proyek pembangunan Puskesmas Pakem, Mai Sugihartono, ST, mengatakan proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan sehingga setiap kerusakan yang ditemukan tetap menjadi tanggung jawab rekanan untuk diperbaiki.

Namun, berdasarkan pemeriksaan di lokasi, pihaknya tidak menemukan kerusakan pada struktur bangunan maupun kebocoran dari bagian atap atau plat.

“Setelah kami lihat langsung, itu bukan pecah karena struktur. Atapnya tetap utuh dan tidak pecah. Yang terlihat pecah itu plamirannya,” kata Mai.

Ia menjelaskan, retakan pada lapisan plamir diduga dipengaruhi suhu panas di area antara plat bangunan dan plafon yang memiliki jarak relatif dekat. Kondisi tersebut menyebabkan lapisan kompon atau plamir mengalami retak dan mengelupas sehingga secara visual terlihat seperti kerusakan plafon.

Mai juga membantah dugaan adanya rembesan air pada bagian tersebut. Menurutnya, pekerjaan pada plat telah dilengkapi lapisan waterproof sehingga hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya kebocoran menuju plafon.

“Setelah kami tindak lanjuti dan melihat langsung fakta serta kondisinya, ternyata tidak ada masalah. Tidak ada rembesan dari plat dan kondisinya sudah aman,” ujarnya.

Selain itu, pihak konsultan turut mengklarifikasi bagian pojok depan bangunan yang dalam dokumentasi foto terlihat gelap dan diduga menyerupai lumut atau jamur.

Setelah diperiksa, kondisi tersebut diketahui berasal dari keberadaan kabel berwarna hitam serta sebagian kecil area kolom yang tidak tertutup cat secara sempurna karena terhalang instalasi kabel.

“Yang terlihat seperti lumutan itu ternyata kabel hitam,” katanya.

Mai menegaskan, pengecekan langsung bersama Dinas Kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus meluruskan informasi yang berkembang terkait dugaan kualitas pekerjaan pembangunan Puskesmas Pakem.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, konsultan pengawas menyatakan tidak ditemukan kerusakan pada struktur atap maupun plafon serta tidak terdapat rembesan air. Retakan yang menjadi sorotan dipastikan hanya terjadi pada lapisan finishing berupa plamir atau kompon. (Ubay)