Tak Berpangku Tangan di Kantor, Kepala Puskesmas Tamanan Turun Langsung Layani Kesehatan Warga

Kepala Puskesmas Tamanan drg. Ratna Dewi Sari, memantau langsung pemeriksaan kesehatan gratis di SDN Wonosuko 1, Jumat (4/9/2026). (Foto: Ubay)

Bondowoso, majalahfakta.id – Kepala Puskesmas Tamanan, drg. Ratna Dewi Sari, memilih turun langsung ke tengah masyarakat dengan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada siswa SDN Wonosuko 1, Jumat (4/9/2026).

Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke Puskesmas, Ratna bersama tenaga kesehatan mendatangi sekolah untuk memberikan pelayanan langsung kepada para siswa.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar SDN Wonosuko 1.

Dalam kesempatan itu, para siswa mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemeriksaan gigi, mata, hingga telinga, serta edukasi kesehatan melalui demonstrasi cara menyikat gigi yang benar.

Kepala Puskesmas Tamanan drg. Ratna Dewi Sari mengatakan, pelayanan kesehatan harus dapat menjangkau masyarakat secara langsung.

Karena itu, pihaknya tidak hanya mengandalkan pelayanan di gedung Puskesmas, tetapi juga menerapkan pola jemput bola ke lingkungan masyarakat.

“Ini bentuk pelayanan kami secara langsung kepada masyarakat, jadi kami tidak hanya menunggu di Puskesmas saja, tetapi kita turun langsung ke bawah,” kata Ratna.

Dengan latar belakang sebagai dokter gigi, Ratna turut terlibat langsung dalam pemeriksaan siswa.

Bersama tenaga kesehatan lainnya, ia berbaur dengan anak-anak, melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Menurut Ratna, pelayanan langsung ke sekolah memiliki arti penting, terutama untuk mendeteksi secara dini berbagai persoalan kesehatan pada anak.

Salah satunya adalah masalah kesehatan gigi dan mulut yang kerap tidak disadari sejak awal.

Ia menjelaskan, pemeriksaan gigi pada anak bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan mulut, mencegah terjadinya gigi berlubang atau karies, serta membangun pemahaman mengenai cara menjaga kebersihan gigi.

“Anak usia SD berada pada fase krusial karena mengalami masa transisi dari gigi susu ke gigi permanen,” ujarnya.

Dalam memberikan pelayanan pemeriksaan gigi, Puskesmas Tamanan mengedepankan aspek pencegahan, pendeteksian dini, edukasi, serta pendekatan psikologis kepada anak-anak.

Ratna mengatakan, edukasi kesehatan sejak usia sekolah penting untuk membentuk kebiasaan yang dapat terbawa hingga dewasa.

Anak-anak yang terbiasa menjaga kebersihan mulut sejak dini diharapkan memiliki pertumbuhan gigi yang lebih sehat dan risiko lebih rendah mengalami gangguan kesehatan mulut di kemudian hari.

Selain pemeriksaan, para siswa juga diberikan contoh dan latihan praktik menyikat gigi yang baik dan benar.

Tenaga kesehatan turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya membatasi konsumsi makanan manis serta menjaga pola makan yang sehat.

Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut juga berkaitan dengan kenyamanan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat mengikuti pembelajaran di sekolah.

Gangguan kesehatan gigi dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang berpotensi mengganggu konsentrasi belajar.

Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Tamanan berharap kesadaran menjaga kesehatan dapat tumbuh sejak usia dini.

Kehadiran langsung tenaga kesehatan di lingkungan sekolah juga diharapkan memudahkan anak-anak memperoleh pemeriksaan dan edukasi tanpa harus menunggu datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Langkah jemput bola tersebut menjadi bagian dari upaya Puskesmas Tamanan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.

Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, pelayanan tidak hanya berpusat di gedung Puskesmas, tetapi dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak usia sekolah. (Ubay)