Fenomena “Bediding” Selimuti Kota Batu, Suhu Turun Drastis Warga Diminta Jaga Kesehatan

Foto: Ilustrasi

FAKTA – Warga Kota Batu merasakan hawa dingin ekstrem sejak awal pekan. Fenomena “bediding” membuat suhu pagi dan malam hari turun hingga 12-15 derajat Celcius.

“Bediding” adalah istilah masyarakat Jawa Timur untuk udara sangat dingin saat peralihan musim dengan langit cerah tanpa awan. Di Kota Batu, fenomena ini paling terasa di Bumiaji, Selecta, dan Punten yang berada di ketinggian 800-1200 mdpl.

Kabut tipis dan embun es mulai terlihat sejak pukul 04.00 WIB di dedaunan tanaman sayur dan bunga.

Dampak Kesehatan
Dinkes Kota Batu mencatat peningkatan keluhan warga, di antaranya: 

1. ISPA & Flu: Akibat perubahan suhu siang ke malam 

2. Nyeri Sendi & Otot: Udara dingin memicu kekakuan otot 

3. Kulit Kering: Kelembapan rendah menyebabkan kulit dan bibir pecah-pecah 

4. Gangguan Pencernaan: Konsumsi air dingin dan pola makan tidak teratur

“Kelompok anak, lansia, dan penderita asma paling rentan. Stok obat di puskesmas telah kami siapkan,” ujar petugas kesehatan Kota Batu.

Pernyataan Petani
Jumat, 17 Juli 2026, Pak Slamet 60 tahun, seorang petani di Bumiaji menyampaikan, “Embun es mulai muncul dini hari dan berpotensi merusak tanaman. Kami mengantisipasi dengan menutup lahan menggunakan plastik di malam hari.”

Imbauan Pemerintah
Pemkot Batu bersama BPBD dan Dinkes mengimbau: 

1. Gunakan pakaian hangat dan selimut tebal saat malam 

2. Konsumsi makanan bergizi hangat seperti jahe, kunyit, dan madu 

3. Tunda mandi air dingin hingga matahari terbit 

4. Pantau kesehatan anak dan lansia. Segera ke fasilitas kesehatan jika demam >3 hari 

5. Petani diminta menutup tanaman. hortikultura untuk mencegah kerusakan akibat embun es

BMKG memperkirakan bediding masih berlangsung hingga 2 minggu ke depan. Warga diminta tetap waspada. Jika mengalami sesak napas atau demam tinggi, segera periksa ke Puskesmas. (F1015/mud)