Pantai Tiram Dibidik Jadi Gerbang Wisata Mentawai, Bupati Padang Pariaman Gagas Dermaga Penyeberangan

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pos Kapal Patroli Wilayah Hukum Polres Padang Pariaman di Pantai Tiram, Sabtu (12/9/2026). (Foto: SS)

Pos Kapal Patroli mulai dibangun di Pantai Tiram. Pemkab Padang Pariaman ingin keamanan pesisir berjalan beriringan dengan ambisi menjadikan kawasan itu simpul baru wisata dan ekonomi bahari.

Padang Pariaman, Majalahfakta.id — Pantai Tiram, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai disiapkan untuk memainkan peran yang lebih besar. Bukan hanya sebagai kawasan pesisir, Pantai Tiram dibidik menjadi calon gerbang baru wisata bahari menuju Kepulauan Mentawai.

Gagasan itu disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pos Kapal Patroli Wilayah Hukum Polres Padang Pariaman di Pantai Tiram, Sabtu (12/9/2026).

Di tengah pembangunan infrastruktur keamanan tersebut, Bupati JKA mengungkap rencana yang lebih besar: membangun dermaga kecil di Pantai Tiram yang kelak dapat mendukung akses penyeberangan menuju Mentawai.

“Cita-cita kita cukup besar. Bagaimana di Pantai Tiram ini bisa dibangun dermaga kecil untuk penyeberangan ke Mentawai. Dengan begitu, wisatawan bisa kita tarik datang ke Padang Pariaman,” ujar John Kenedy Azis.

Gagasan itu, jika terealisasi, berpotensi mengubah wajah Pantai Tiram. Kawasan yang selama ini lebih dikenal sebagai bagian dari bentang pesisir Padang Pariaman dapat berkembang menjadi salah satu simpul konektivitas wisata bahari Sumatera Barat.

John Kenedy Azis menegaskan pembangunan kawasan pesisir tidak dapat dipisahkan dari aspek keamanan. Pantai dan laut merupakan aset daerah yang harus dijaga agar dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.

“Komitmen kita adalah menjaga keamanan dan ketertiban kawasan pesisir pantai di Kabupaten Padang Pariaman. Ini merupakan aset pariwisata daerah yang harus kita jaga sekaligus kita kembangkan,” tegasnya.

Karena itu, pembangunan Pos Kapal Patroli Polres Padang Pariaman dinilai memiliki arti strategis. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperkuat pengawasan kawasan pesisir sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, nelayan, dan wisatawan.

Apalagi, apabila aktivitas wisata dan konektivitas laut meningkat, kebutuhan terhadap pengamanan kawasan juga akan semakin besar.

Dengan kata lain, Pemkab Padang Pariaman ingin menyiapkan dua sisi secara bersamaan: infrastruktur yang membuka akses dan sistem keamanan yang menjaga kawasan tetap aman.

Rencana pembangunan dermaga kecil di Pantai Tiram juga membawa konsekuensi yang lebih luas bagi perekonomian masyarakat.

Konektivitas laut yang lebih baik berpotensi membuka ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat di sekitar kawasan, mulai dari perdagangan, kuliner, jasa transportasi, hingga sektor pariwisata.

Bagi masyarakat pesisir, perkembangan tersebut dapat menciptakan sumber pendapatan baru tanpa meninggalkan aktivitas ekonomi yang telah berjalan.

Pemkab Padang Pariaman juga menilai pengembangan kawasan harus tetap melibatkan masyarakat setempat. Pantai tidak boleh hanya menjadi lokasi pembangunan fisik, sementara masyarakat di sekitarnya hanya menjadi penonton.

Karena itu, pengembangan wisata bahari idealnya berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi nelayan dan pelaku usaha lokal.

Kapolres Padang Pariaman Riyana Purwasari menyambut baik dukungan Pemkab Padang Pariaman dan masyarakat terhadap pembangunan pos kapal patroli dan dermaga.

Menurutnya, keamanan kawasan pesisir bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan masyarakat. Kawasan pesisir merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Pernyataan tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat pesisir, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kawasan pantai.

Keamanan menjadi prasyarat penting bagi pengembangan kawasan wisata. Tanpa rasa aman, konektivitas dan investasi pariwisata akan sulit berkembang secara optimal.

Pembangunan kawasan Pantai Tiram tidak hanya diwarnai agenda infrastruktur keamanan. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit ikan kepada nelayan.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat pesisir agar pembangunan tidak semata berorientasi pada fisik dan pariwisata, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi nelayan.

Pesan yang ingin dibangun pemerintah daerah cukup jelas: Pantai Tiram harus aman, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Jika rencana dermaga penyeberangan menuju Mentawai dapat diwujudkan, Pantai Tiram berpeluang memiliki fungsi baru sebagai titik konektivitas wisata bahari.

Wisatawan yang selama ini menjadikan Mentawai sebagai salah satu tujuan wisata bahari dapat diarahkan untuk singgah dan menikmati potensi Padang Pariaman. Dampaknya diharapkan merembet ke pelaku usaha, nelayan, transportasi, kuliner, hingga sektor ekonomi kreatif.

Peletakan batu pertama Pos Kapal Patroli menjadi langkah awal dari agenda yang lebih besar bagi kawasan Pantai Tiram.

Pemkab Padang Pariaman kini menghadapi pekerjaan berikutnya: menerjemahkan gagasan dermaga menjadi perencanaan yang matang, memastikan aspek keselamatan dan kelayakan transportasi laut, serta membangun konektivitas yang benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Jika cita-cita tersebut terealisasi, Pantai Tiram tidak lagi sekadar dipandang sebagai garis pantai di bagian barat Padang Pariaman.

Kawasan itu berpotensi menjadi pintu masuk baru wisata bahari, simpul konektivitas Padang Pariaman–Mentawai, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, keberhasilan gagasan tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi pembangunan, kesiapan infrastruktur, keamanan, dan yang tak kalah penting, keterlibatan masyarakat lokal. (SS)