Lahat, majalahfakta.id – Misteri pelaku pembakaran lahan seluas sekitar 4 hektare di Dusun II, Desa Ulak Lebar, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, mulai terungkap. Kejadian kebakaran sendiri sempat membuat warga sekitar kalang kabut. Pasalnya lahan yang terbakar tersebut hanya berjarak beberapa meter dari rumah warga. Saat ini, Polres Lahat sudah memeriksa tiga saksi, yakni dua warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran serta Kepala Desa Ulak Lebar. Sementara satu saksi lagi bernama FH Sekcam Kikim Timur yang disebut sebagai terduga pelaku pembakaran, masih ditunggu keterangannya.
Untuk diketahui peristiwa yang terjadi, Sabtu (5/9/2026) lalu itu, kini jadi perhatian warga Lahat. Pasalnya, terduga pelaku pembakaran lahan dan kebun warga di belakang Perumahan Revari tersebut, merupakan ASN Pemkab Lahat saat ini menjabat sekcam Kikim Timur.
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K mengatakan, kasus tersebut jadi atensi pihaknya. Penyidik saat ini masih melengkapi keterangan para saksi sekaligus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Nanti dijelaskan oleh Kasat Reskrim, ya,” kata Kapolres Lahat, Kamis (10/9/2026).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Muhammad Ridho Pradani, S.Pd., S.H., mengungkapkan, dari sejumlah saksi yang telah diperiksa, terdapat keterangan yang mengarah kepada saksi F. Namun, pihaknya belum mau gegabah, menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas terbakarnya lahan tersebut.
“Ada saksi yang mengaku melihat langsung saksi F lakukan pembakaran, tapi pernyataan itu masih kita dalami. Jadi kita tunggu dahulu keterangan saksi F,” ujar Ridho.
Pasca kebakaran, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi. Polisi saat ini masih lakukan pendalaman, untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengungkap peristiwa tersebut.
Sementara, salah satu warga Kota Lahat, Helmi berharap kejadian kebakaran tersebut segera bisa diungkap oleh Polres Lahat, agar bisa menjadi pelajaran. sebaliknya, jika tidak bisa terungkap akan menjadi contoh buruk dan berpotensi menjadika warga tidak takut membakar lahan terlebih di musim kemarau ini.
“Kita tahu banyak sekali lahan yang terbakar. Jelas merugikan warga lain. Kebakaran itu juga merugikan warga lain karena terdampak asap dan debu. Beruntung waktu kejadian tidak sampai merambah ke rumah warga. Kita berharap polisi bisa mengungkap peristiwa ini jika memang Karhutla ini berdampak bagi orang banyak,” harapnya. (Bambang MD)






