Film Children of Heaven Dinilai Sarat Nilai Pendidikan, Disdik Jember Dorong Siswa SD-SMA Wajib Menonton

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember saat ditemui awak media. (Foto: Fuad/majalahfakta.id)

FAKTA — Film Children of Heaven dinilai bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarat pesan moral dan pendidikan yang relevan bagi dunia anak dan remaja. Karena itu, film tersebut dinilai layak menjadi salah satu tontonan edukatif bagi pelajar di Kabupaten Jember, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, usai mengikuti kegiatan nonton bareng bersama sejumlah kepala sekolah SD dan SMP. Arief menilai film tersebut memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan tentang perjuangan, semangat, ketekunan serta nilai-nilai kehidupan melalui cerita yang dekat dengan dunia anak.

“Film ini sangat bagus dan luar biasa. Ini sebuah tontonan yang sangat mendidik dan memberikan inspirasi untuk menjadikan anak didik kita tetap semangat dalam kondisi apa pun,” ujar Arief Tjahyono kepada media ini, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pendidikan kepada siswa tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran formal di dalam kelas. Media film juga dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan karakter dan nilai kehidupan apabila dipilih dan diarahkan dengan tepat. Karena itu, Arief mengimbau para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Jember agar dapat mengajak para siswa menyaksikan film Children of Heaven.

“Mohon kepada Bapak dan Ibu guru serta kepala sekolah bisa mengajak seluruh murid-muridnya untuk bisa menonton film Children of Heaven ini,” tegasnya.

Ini bukan sekadar hiburan. Dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Arief melihat terdapat banyak nilai moral dalam film yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para siswa. Nilai tentang perjuangan, kepedulian terhadap keluarga, tanggung jawab, kegigihan menghadapi keterbatasan serta semangat untuk tidak mudah menyerah menjadi pesan yang dinilai relevan dengan pembentukan karakter peserta didik. Di tengah tantangan pendidikan yang tidak hanya berkutat pada persoalan akademik, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda.

“Film ini juga banyak nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya yang bisa menjadi contoh dan patut ditiru oleh semuanya,” papar Arief.

Pesan tersebut menjadi penting karena anak-anak dan remaja saat ini menghadapi lingkungan informasi yang sangat luas. Tidak semua tontonan memberikan pengaruh positif. Karena itu, kehadiran film yang mengandung pesan pendidikan dapat menjadi alternatif tontonan yang sekaligus memberikan pengalaman dan refleksi bagi peserta didik. Guru dan sekolah didorong aktif memilih tontonan edukatif. Ajakan kepada sekolah untuk mengajak siswa menonton film tersebut juga menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan kreatif. Film dapat menjadi pintu masuk bagi guru untuk mengajak siswa berdiskusi mengenai nilai perjuangan, empati, keluarga, persahabatan, tanggung jawab dan keberanian menghadapi persoalan. Dengan demikian, kegiatan menonton tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi dilanjutkan dengan pembahasan dan refleksi agar pesan yang terkandung di dalam film benar-benar dapat dipahami oleh siswa.

Arief berharap para pendidik dapat mengambil momentum tersebut untuk memperkaya metode pembelajaran sekaligus memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

“Kita ingin anak-anak kita tetap memiliki semangat, tidak mudah menyerah dan mampu mengambil pelajaran dari setiap keadaan. Film seperti ini bisa menjadi salah satu media untuk memberikan inspirasi tersebut,” pungkasnya.

Bagi dunia pendidikan Jember, Children of Heaven pun diharapkan tidak hanya menjadi film yang selesai ditonton, tetapi menjadi bahan pembelajaran tentang bagaimana menghadapi keterbatasan dengan semangat, kepedulian dan keteguhan hati. (Fuad)