Kabut Asap Menyelimuti Pariaman, Lapau OS Bagikan Hampir Seribu Masker untuk Warga

Komunitas Lapau OS Pariaman Berikan Masker Gratis kepada Warga. (Foto: SS)

Kota Pariaman, majalahfakta.id — Kabut asap mulai menjadi persoalan yang dirasakan warga Kota Pariaman, Sumatera Barat. Jarak pandang yang menurun dan cahaya matahari yang tampak lebih redup membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan ikut terganggu.

Kondisi tersebut paling dirasakan warga yang sehari-hari beraktivitas di luar rumah, mulai dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor, pengemudi ojek hingga pedagang. Asap yang menyelimuti kawasan itu disebut merupakan dampak kebakaran hutan yang terjadi di wilayah lain.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian masyarakat muncul dari sejumlah kalangan. Komunitas Lapau OS, yang biasa berkumpul di sebuah warung kopi di depan Stasiun Kereta Api Pariaman, secara spontan membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Hampir 1.000 masker dibagikan kepada warga yang melintas. Masker tersebut tidak hanya diberikan kepada pengendara sepeda motor, tetapi juga pengemudi ojek, penumpang kereta api hingga pedagang di kawasan Pasar Pariaman.

Pembagian masker itu sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti kawasan tersebut.

Warga diimbau lebih berhati-hati ketika berkendara karena jarak pandang yang berkurang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Paparan asap juga perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, terutama mata dan saluran pernapasan.

Antusiasme terlihat dari para pengendara yang menerima masker. Bagi sebagian warga yang harus tetap bekerja dan melakukan perjalanan di luar rumah, masker menjadi perlindungan sederhana yang dapat digunakan ketika kualitas udara memburuk.

Aris Munandar, perwakilan komunitas Lapau OS, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar yang mulai resah akibat kabut asap.

Menurut dia, kebakaran hutan yang kembali terjadi membuat masyarakat berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.

“Kami masyarakat Kota Pariaman berharap fenomena kabut asap ini cepat berlalu,” ujar Aris.

Bagi warga yang menggantungkan aktivitasnya di luar ruangan, kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi mobilitas dan membuat masyarakat harus beradaptasi dengan lingkungan yang tidak lagi senormal biasanya.

Seorang warga yang melintas di kawasan tersebut mengaku terbantu dengan pembagian masker gratis yang dilakukan komunitas Lapau OS.

“Kami selaku warga yang beraktivitas di luar sangat terbantu dengan adanya masker gratis yang diberikan oleh komunitas Lapau tersebut,” katanya.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bagaimana dampak kebakaran hutan dapat menjalar jauh dari lokasi sumber api. Asap yang bergerak. (SS)