10.126 Warga Pariaman Kebagian 303,78 Ton Beras, Wali Kota: Jangan Sampai yang Berhak Terlewat

Wali Kota Pariaman Yota Balad saat menyerahkan bantuan pangan kepada 640 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari enam desa dan kelurahan di Kecamatan Pariaman Tengah, Selasa (1/9/2026). (Foto : SS)

Pariaman, majalahfakta.id  Sebanyak 10.126 warga Kota Pariaman, Sumatera Barat, mendapat jatah 303,78 ton beras melalui program Bantuan Pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Juli–September 2026. Di tengah penyaluran bantuan itu, Pemerintah Kota Pariaman mengingatkan aparatur desa dan kelurahan agar tidak keliru menetapkan penerima.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad saat menyerahkan bantuan pangan kepada 640 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari enam desa dan kelurahan di Kecamatan Pariaman Tengah, Selasa (1/9/2026).

Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi tiga bulan. Penyerahan dilakukan di Balairung Pendopo Wali Kota Pariaman.

Yota menegaskan bantuan pangan merupakan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, proses pendataan dan distribusi harus dikawal agar bantuan tidak berhenti pada mereka yang sudah tercatat, sementara warga yang layak justru terlewat.

“Bantuan pangan ini adalah hak warga yang benar-benar membutuhkan dan patut menerima. Saya minta kepada seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan untuk mengawal proses ini dengan cermat,” kata Yota.

Ia meminta warga yang secara kondisi sangat layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar segera melapor kepada pemerintah desa atau kelurahan.

“Saya minta kepala desa dan lurah untuk langsung menindaklanjuti dan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Jumlah Penerima Bertambah

Secara keseluruhan, Kota Pariaman menerima 303.780 kilogram atau 303,78 ton beras yang diperuntukkan bagi 10.126 PBP.

Jumlah penerima bantuan tersebut meningkat dibandingkan 2025. Pada tahun sebelumnya, alokasi bantuan pangan di Kota Pariaman tercatat untuk 5.278 keluarga penerima manfaat.

Kenaikan jumlah penerima membuat pemerintah daerah harus memastikan proses distribusi berjalan akurat sekaligus tertib. Bagi Yota, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak beras yang disalurkan, tetapi juga apakah bantuan tersebut benar-benar sampai kepada warga yang menjadi sasaran.

Yota juga meminta petugas memberikan perhatian lebih kepada warga lanjut usia saat proses penyaluran.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima dan saya mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah membantu penyaluran ini,” katanya.

Ia meminta penerima lanjut usia diprioritaskan agar tidak perlu menunggu terlalu lama saat mengambil bantuan.

Pariaman Tengah Dapat 73,38 Ton

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman Marlina Sepa mengatakan program CPP tersebut merupakan hasil kerja sama dan penugasan Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog.

Untuk Kecamatan Pariaman Tengah, terdapat 2.446 penerima dengan total alokasi 73.380 kilogram atau 73,38 ton beras.

Penyaluran dilakukan secara bertahap di desa dan kelurahan.

“Kami juga berkoordinasi erat dengan Perum BULOG untuk memastikan kualitas beras yang diterima warga dalam kondisi prima dan layak konsumsi,” kata Marlina.

Selain memastikan kualitas beras, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme untuk mengatasi persoalan data penerima yang ditemukan di lapangan.

Menurut Marlina, apabila terdapat kendala data, penggantian dapat dilakukan menggunakan data cadangan resmi atau melalui mekanisme usulan dari pemerintah desa dan kelurahan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

Enam Desa dan Kelurahan Disalurkan

Pada penyaluran Selasa (1/9), bantuan diberikan kepada 640 PBP yang tersebar di enam desa dan kelurahan Kecamatan Pariaman Tengah.

Rinciannya, Desa Cimparuh menerima alokasi untuk 304 PBP dengan 9.120 kilogram beras. Desa Alai Gelombang untuk 78 PBP dengan 2.340 kilogram, sedangkan Desa Jalan Kereta Api untuk 76 PBP dengan 2.280 kilogram.

Selanjutnya, Desa Jati Mudiak mendapat alokasi bagi 73 PBP sebanyak 2.190 kilogram. Kelurahan Kampung Perak menerima 56 PBP sebanyak 1.680 kilogram dan Kelurahan Kampung Jawa I untuk 53 PBP sebanyak 1.590 kilogram.

Total bantuan yang disalurkan pada hari tersebut mencapai 19.200 kilogram atau 19,2 ton beras.

Penyaluran bantuan pangan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar memastikan beras tersalurkan. Ketepatan data, kualitas bantuan, serta memastikan warga yang berhak tidak terlewat menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.

Dengan total lebih dari 303 ton beras yang disalurkan kepada lebih dari 10 ribu penerima, Pemkot Pariaman meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan ikut mengawal distribusi agar bantuan benar-benar tiba di tangan masyarakat yang membutuhkan. (SS)