FAKTA – Sektor pariwisata Sumatera Barat menunjukkan sinyal pemulihan yang semakin kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Mei 2026. Dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah pelancong asing yang datang meningkat 34,68 persen menjadi 7.717 kunjungan.
Kenaikan tersebut menjadi capaian bulanan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir dan mengindikasikan mulai pulihnya mobilitas wisata internasional menuju Sumatera Barat. Namun, di balik pertumbuhan bulanan itu, kinerja pariwisata secara tahunan masih menghadapi tantangan karena jumlah kunjungan sepanjang lima bulan pertama 2026 belum mampu melampaui capaian periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2026 meningkat signifikan dibandingkan April yang tercatat sebanyak 5.730 kunjungan.
“Jumlah ini mengalami peningkatan 34,68 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 5.730 kunjungan,” kata Nurul kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, secara kumulatif selama Januari hingga Mei 2026, jumlah wisatawan asing yang masuk melalui Bandara Internasional Minangkabau mencapai 30.092 kunjungan. Angka tersebut masih lebih rendah 12,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata internasional berlangsung bertahap. Peningkatan kunjungan pada Mei menjadi modal positif, namun belum cukup untuk menutup penurunan yang terjadi pada awal tahun.
Malaysia Tetap Menjadi Pasar Utama
Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar wisatawan asing ke Sumatera Barat. Kedekatan geografis, hubungan budaya, serta tingginya frekuensi penerbangan langsung menjadikan negara jiran itu sebagai pasar utama pariwisata Sumbar.
Sepanjang Mei 2026, wisatawan asal Malaysia tercatat mencapai 5.891 kunjungan atau sekitar tiga perempat dari total wisatawan asing yang datang melalui BIM.
Setelah Malaysia, wisatawan terbanyak berasal dari Australia sebanyak 331 kunjungan, disusul Singapura 198 kunjungan, Amerika Serikat 134 kunjungan, Prancis 91 kunjungan, dan Spanyol sebanyak 74 kunjungan.
Meski jumlahnya belum besar, wisatawan asal Spanyol mencatat pertumbuhan paling mencolok. Dibandingkan April 2026, jumlah kunjungan dari negara tersebut melonjak hingga 270 persen, tertinggi di antara sepuluh negara asal wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Barat.
Lonjakan ini mengindikasikan mulai meluasnya pasar wisata Sumbar ke negara-negara Eropa, meskipun kontribusinya terhadap total kunjungan masih relatif kecil dibandingkan negara-negara Asia Tenggara.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Ikut Meningkat
Tak hanya wisatawan asing, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan tren positif.
BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan Nusantara dengan tujuan Sumatera Barat pada Mei 2026 mencapai 2.004.175 perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 6,21 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 1.886.972 perjalanan.
Jika dibandingkan dengan Mei tahun lalu, kenaikannya bahkan mencapai 13,66 persen.
“Jika dibandingkan dengan Mei 2025, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara mengalami peningkatan 13,66 persen,” ujar Nurul.
Secara kumulatif selama Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara menuju Sumatera Barat mencapai sekitar 10,07 juta perjalanan atau naik tipis 0,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, masyarakat Sumatera Barat yang melakukan perjalanan wisata ke berbagai daerah di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara asal Sumbar mencapai 1.833.194 perjalanan atau naik 10,01 persen dibandingkan April.
Tingkat Hunian Hotel Berbintang Naik
Peningkatan mobilitas wisatawan turut berdampak pada sektor akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 46,17 persen.
Angka tersebut meningkat 0,35 poin dibandingkan April 2026, menunjukkan mulai meningkatnya permintaan kamar hotel seiring bertambahnya arus wisatawan.
Sebaliknya, hotel nonbintang justru mengalami penurunan tingkat hunian. Pada Mei 2026, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 16,92 persen atau turun 0,91 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Perbedaan tren ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan kunjungan wisata lebih banyak dinikmati hotel berbintang yang umumnya menjadi pilihan wisatawan mancanegara maupun pelaku perjalanan bisnis.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Mei 2026 tercatat 1,24 malam.
Pemulihan Berlanjut, Tantangan Masih Ada
Data BPS memperlihatkan bahwa sektor pariwisata Sumatera Barat sedang berada dalam fase pemulihan yang cukup menjanjikan. Lonjakan kunjungan wisatawan asing dan meningkatnya perjalanan wisatawan domestik menjadi indikator positif bagi industri parhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha ekonomi kreatif.
Namun, tantangan masih membayangi. Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara secara kumulatif dibandingkan tahun lalu menunjukkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya merata. Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata masih perlu memperkuat promosi, memperluas konektivitas penerbangan internasional, serta meningkatkan kualitas destinasi agar pertumbuhan kunjungan pada bulan-bulan berikutnya dapat berlanjut sekaligus mengembalikan capaian pariwisata Sumatera Barat ke level sebelum perlambatan terjadi. (SS)






