30 Hari Menumbuhkan Budaya Literasi Bersama TBM Embun Pengetahuan

FAKTA- Tambakrejo, Waru, Sidoarjo – Selama satu bulan penuh, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Embun Pengetahuan di Tambakrejo menjadi ruang belajar yang dipenuhi aktivitas literasi, kreativitas, dan kebersamaan. Melalui program “30 Hari Menumbuhkan Budaya Literasi”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata

(KKN) Tematik Literasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang diikuti sekitar 15–20 peserta aktif setiap harinya sebagai upaya membangun budaya literasi yang berkelanjutan.

Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan literasi secara konsisten melalui berbagai kegiatan yang bervariasi setiap harinya. Peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang tua diajak untuk merasakan bahwa literasi bukanlah kegiatan yang membosankan, melainkan sebuah petualangan yang menyenangkan.

Ketua RT setempat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN ITS yang dinilai membawa semangat baru bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan yang diselenggarakan berhasil menghidupkan kembali TBM sebagai ruang belajar sekaligus ruang berkumpul bagi warga.

Beragam Aktifitas yang Menumbuhkan Minat Baca

Setiap hari, peserta mengikuti kegiatan yang berbeda sehingga proses belajar terasa lebih menarik. Membaca bersama menjadi aktivitas utama yang kemudian dipadukan dengan permainan edukatif, mewarnai, menggambar, membuat karya kreatif, hingga menghias pot tanaman. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, sekaligus membangun kebiasaan belajar sejak dini.

Tak hanya membaca, anak-anak juga diajak bermain sambil belajar melalui berbagai permainan edukatif. Kegiatan mewarnai dan menggambar menjadi salah satu favorit, di mana anak-anak bebas mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka. Selain itu, mereka juga diajak untuk menghias pot tanaman, mengenalkan sejak dini kecintaan terhadap lingkungan dan keterampilan tangan.

Kegiatan fisik juga tidak ketinggalan. Setiap pagi, anak-anak diajak untuk jalan pagi dan senam bersama, menyeimbangkan aktivitas literasi dengan kesehatan jasmani. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan yang dinanti-nanti oleh anak-anak.

Tak berhenti di situ, anak-anak juga dilibatkan dalam kegiatan membuat mading (majalah dinding) dan menempel berbagai karya mereka. Kegiatan ini mengasah kemampuan kolaborasi, kreativitas, dan rasa percaya diri saat karya mereka dipajang dan dilihat oleh teman-teman lainnya.

Salah satu peserta, Rayyan, siswa SD, mengaku sangat menikmati program ini. Ia mengungkapkan bahwa setiap hari selalu ada kegiatan baru yang seru. Ia sangat suka saat kegiatan mewarnai dan membuat mading bersama teman-temannya. Rayyan mengaku kini semakin suka datang ke TBM karena selalu ada hal menarik yang dilakukan setiap harinya.

Perubahan Signifikan Pada Anak

Program yang berlangsung selama 30 hari ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh orang tua. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Mei, orang tua Rayyan, yang melihat perubahan kebiasaan putranya sejak mengikuti kegiatan di TBM.

“Anak-anak jadi lebih semangat, gak sibuk main HP terus. Setiap hari mereka tanya, ‘Besok agendanya apa, Bun? Jam berapa? Di mana?’ Itu yang membuat saya sebagai orang tua sangat bersyukur,” ujar Ibu Mei.

Kehadiran program ini juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi putra-putrinya mengikuti berbagai kegiatan. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih hangat sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan keluarga. 

Ditututup Dengan Literasi Panggung IGNITE

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta menampilkan hasil belajar mereka dalam acara puncak bertajuk IGNITE: Puncak Literasi TBM Embun Pengetahuan 2026. Berbagai penampilan seperti pembacaan puisi, story telling, tari, hingga pertunjukan seni menjadi bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani selama satu bulan.

Bagi mahasiswa KKN ITS, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk melihat secara langsung bagaimana kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu membangun perubahan. Anak-anak yang pada awalnya masih malu dan pasif mulai berani tampil, aktif berdiskusi, serta menunjukkan minat yang lebih besar terhadap kegiatan membaca dan belajar.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik Literasi ITS, pengurus TBM Embun Pengetahuan, serta masyarakat Tambakrejo yang bersama-sama menghadirkan ruang belajar yang ramah bagi anak-anak.

Literasi yang Terus Menyala

Program “30 Hari Menumbuhkan Budaya Literasi” menjadi bukti bahwa penguatan budaya baca tidak selalu dimulai dari langkah besar. Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, literasi dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar. Semangat tersebut diharapkan terus hidup di TBM Embun Pengetahuan, sehingga ruang baca ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang bertumbuh bagi generasi muda dan masyarakat.(adv/son)