Bulog Sulteng Apresiasi Forkopimda Dukung Serapan Gabah Petani

Pimpinan Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke. (Foto : Mad)

FAKTA — Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta jajaran TNI dan Polri atas dukungan dalam memperkuat penyerapan gabah petani di Sulawesi Tengah.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan dukungan lintas sektor tersebut penting untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan optimal, terbuka, dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Kami berharap tidak ada permainan di lapangan. Kami berhubungan dengan mitra dan semua pihak. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat memastikan proses ini berjalan terbuka,” kata Jusri Pakke.

Menurut Jusri, keterlibatan Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan mitra kerja diperlukan untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Sinergi tersebut juga diharapkan dapat mencegah potensi permainan harga yang dapat merugikan petani.

Jusri juga mengharapkan penyuluh pertanian di tingkat kecamatan dan desa terus memperkuat komunikasi dengan petani. Informasi mengenai harga dan kondisi penyerapan gabah di lapangan perlu disampaikan secara cepat dan akurat.

Ia mengatakan pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan penyuluh pertanian di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai ketika harga jatuh baru kita mengetahui kondisi di lapangan. Kami berharap komunikasi dengan penyuluh pertanian terus berjalan,” ujar Jusri.

Menurutnya, komunikasi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, Bulog, dan petani akan membantu mengidentifikasi perubahan harga gabah secara lebih cepat.

Jusri menjelaskan, harga gabah yang berada di atas harga pembelian pemerintah merupakan bagian dari kondisi pasar. Namun, apabila harga di tingkat petani berada di bawah ketentuan pembelian pemerintah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

“Kalau harga di atas harga pembelian pemerintah, memang kondisi pasarnya seperti itu. Tetapi kalau harga di tingkat petani jatuh di bawah ketentuan, itu yang perlu kita jaga,” katanya.

Ia menegaskan, Bulog tidak bermaksud membatasi harga gabah di tingkat petani. Sebaliknya, Bulog berupaya memastikan harga pembelian gabah tidak berada di bawah ketentuan pemerintah sehingga petani tetap mendapatkan perlindungan dalam proses penyerapan hasil panen.

Jusri menambahkan, keberhasilan penyerapan gabah tidak hanya bergantung pada Bulog. Dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, mitra kerja, dan petani menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran penyerapan hasil panen.

Atas dukungan tersebut, Bulog Sulteng menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri yang telah membantu memperkuat penyerapan gabah petani di Sulawesi Tengah.

Jusri berharap sinergi lintas sektor tersebut terus dipertahankan dan diperkuat agar penyerapan hasil panen berjalan optimal, harga gabah petani tetap terlindungi, serta stabilitas pangan di Sulawesi Tengah dapat terjaga. (Mad)