FAKTA – Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu yang dinilai mampu menjaga kualitas pelayanan keimigrasian sekaligus mempersiapkan operasional penerbangan internasional perdana di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu.
Apresiasi tersebut disampaikan Inspektur Wilayah III Inspektorat Jenderal, Hendro Tri Prasetyo, S.H., saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka pendampingan dan penguatan tata kelola di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu.
Hendro mengatakan, kunjungan tersebut bukan semata-mata menjalankan fungsi pengawasan, melainkan memperkuat peran Inspektorat Jenderal sebagai mitra strategis yang memberikan pendampingan kepada unit pelaksana teknis (UPT) agar pelayanan publik semakin profesional dan akuntabel.
“Fungsi kami sekarang bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan dan penguatan kepada UPT-UPT di wilayah kerja,” ujar Hendro.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini kinerja jajaran Imigrasi di Sulawesi Tengah memperoleh penilaian positif dari pimpinan. Menurutnya, tidak adanya persoalan pelayanan yang menjadi perhatian publik menunjukkan komitmen jajaran Imigrasi dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Selama ini tidak ada persoalan yang menjadi perhatian dari wilayah Sulawesi Tengah. Hal itu menjadi apresiasi dari pimpinan sehingga kami ditugaskan memberikan pendampingan dan penguatan kepada Kantor Imigrasi di wilayah ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hendro juga menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang mendorong Bandara Mutiara SIS Al-Jufri melayani penerbangan internasional. Menurutnya, pengoperasian bandara internasional akan memperkuat peran tiga instansi Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ) sebagai garda terdepan pintu masuk negara.
Ia menegaskan, Imigrasi memiliki tanggung jawab strategis dalam melakukan pemeriksaan dan penyaringan terhadap setiap warga negara asing yang masuk ke Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Imigrasi menjadi salah satu filter utama di pintu gerbang negara. Karena itu pelayanan harus profesional, cepat, dan tetap mengutamakan aspek keamanan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sulawesi Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap pembukaan penerbangan internasional melalui Bandara Mutiara SIS Al-Jufri. Menurutnya, konektivitas internasional akan membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan investasi, perdagangan, pariwisata, dan perekonomian Sulawesi Tengah.
“Kami mendukung penuh operasional penerbangan internasional karena akan membuka akses Sulawesi Tengah ke dunia internasional dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, memastikan seluruh sarana dan prasarana pelayanan keimigrasian telah siap dioperasikan.
“Seluruh perangkat pemeriksaan keimigrasian, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan internasional, telah siap sejak sepekan lalu. Kami juga telah menyiapkan personel yang bertugas sesuai standar operasional,” ujar Akmal.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut didukung pembinaan dan pendampingan dari Direktorat Jenderal Imigrasi, termasuk Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian.
Menurut Akmal, keberhasilan pelayanan internasional tidak hanya bergantung pada kesiapan peralatan, tetapi juga sinergi bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), TNI, Polri, Bea Cukai, Karantina, dan instansi terkait lainnya dalam menjaga keamanan pintu masuk negara.
Melalui pendampingan Inspektorat Jenderal dan kesiapan seluruh jajaran Imigrasi, operasional penerbangan internasional perdana di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri diharapkan berlangsung aman, tertib, serta memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional bagi masyarakat dan pengguna jasa. (Mad)






