Slawi Night Carnival 2026 Ramaikan Malam, 57 Kontingen Tampilkan Kreativitas dan Potensi Lokal

Kegiatan acara Slawi Night Carnaval yang ditonton ribuan masyarakat Kabupaten Tegal. (Foto : Sus)

FAKTA – Ribuan warga memadati pusat Kota Slawi, Sabtu malam (22/8/2026). Sorak sorai dan tepuk tangan menggema sepanjang Jalan Ahmad Yani. Penyebabnya: “Slawi Night Carnival 2026” yang digelar di Panggung Kehormatan depan Videotron Slawi.

Sebanyak 57 kontingen dari kecamatan, OPD, sekolah, komunitas, dan pelaku UMKM tampil memukau. Mereka mengarak kostum, properti, dan pertunjukan yang memadukan seni, budaya, tradisi, hingga potensi ekonomi lokal Kabupaten Tegal.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman hadir langsung dan membuka acara. Dalam sambutannya ia menegaskan, Slawi Night Carnival bukan sekadar ajang hiburan malam.

“Slawi Night Carnival bukan sekadar parade atau pertunjukan hiburan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, seni, budaya, tradisi, dan keberagaman,” ujar Ischak di hadapan peserta dan penonton.

Menurutnya, kegiatan ini sengaja dikemas berbeda dari karnaval biasa. Tujuannya agar masyarakat punya panggung untuk mengekspresikan identitas daerah, sekaligus menggerakkan roda ekonomi.

Dari Panggung ke Ekonomi: Dorong UMKM dan Pariwisata

Bupati Ischak berharap Slawi Night Carnival bisa ditetapkan sebagai “agenda tahunan unggulan” Pemkab Tegal.

“Kami ingin ini jadi ikon baru Kabupaten Tegal. Kalau tiap tahun digelar, wisatawan akan datang. UMKM ikut naik kelas. Ekonomi kreatif tumbuh,” katanya.

Harapan itu punya dasar. Di sepanjang rute karnaval, puluhan stand UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag menjajakan produk mulai dari batik Tegal, teh poci, hingga kuliner khas sate blengong. Panitia mencatat transaksi selama acara mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal menambahkan, 57 kontingen tahun ini naik 12 kontingen dibanding 2025. Tema yang diangkat juga lebih beragam: “Tegal Bercahaya: Harmoni Budaya dan Inovasi”.

Ada kontingen dari Kecamatan Bumijawa yang menampilkan kesenian Sintren modern. Ada juga kontingen SMKN 1 Slawi yang mengarak miniatur pabrik gula dan hasil inovasi robotik. Sementara komunitas disabilitas menampilkan tarian kolosal dengan lampu LED.

Warga Apresiasi, Minta Jadi Agenda Tahunan

Antusiasme penonton terlihat sejak pukul 18.00 WIB. Videotron, alun-alun, hingga bahu jalan dipenuhi warga. Banyak yang datang membawa keluarga dari kecamatan jauh seperti Margasari dan Lebaksiu.

Salah satunya,Sifa (17), pelajar asal Talang. Ia mengaku sengaja datang bersama teman-temannya.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Slawi Night Carnival menunjukkan kreativitas, seni, budaya, dan keberagaman masyarakat Kabupaten Tegal yang luar biasa,” tuturnya.

Sifa berharap acara ini tidak berhenti di 2026. “Mudah-mudahan tiap tahun ada terus. Biar UMKM, pariwisata, dan kreativitas anak muda Tegal makin maju,” harapnya.

Harapan Sifa sejalan dengan Pemkab Tegal. Ischak menyebut, evaluasi pasca acara akan langsung dilakukan. Jika berjalan baik, Slawi Night Carnival akan masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah 2027.

Kolaborasi Lintas Sektor

Suksesnya acara ini tidak lepas dari kerja bareng. Bapenda mendukung melalui promosi, Disperindag mengurusi UMKM, Dishub mengatur lalu lintas, dan Polres Tegal melakukan pengamanan.

Yosa Afandi, S.E.,M.Si selaku Kepala Bapenda Kabupaten Tegal yang turut hadir menyebut, event seperti ini juga berdampak pada PAD. “Dari retribusi, pajak hiburan, sampai omzet UMKM semua bergerak. Ini bukti budaya bisa menghidupkan ekonomi,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pertunjukan kembang api dan konser musik lokal hingga pukul 23.00 WIB. Meski malam, warga masih bertahan untuk berfoto bersama para peserta karnaval.

Dengan 57 kontingen dan ribuan penonton, Slawi Night Carnival 2026 menutup malam dengan satu pesan: Tegal punya energi kreatif yang siap ditunjukkan ke Indonesia. (sus)