Tak Kunjung Dijenguk DPRD Pati, AMPB Bertahan di Senayan dengan Dukungan Ormas Betawi

Supriyono (Mas Botok) saat menceritakan dukungan ormas lokal ketika aksi pada 21 Agustus 2026 kemarin. (foto: Faiz)

FAKTA — Gelombang pergerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di kawasan Senayan, Jakarta, terus mendapat simpati dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat ibu kota, di tengah absennya perhatian dari wakil rakyat daerah asal mereka. Koordinator AMPB, Supriyono alias Mas Botok, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada satu pun laporan bahwa ada perwakilan anggota DPRD Kabupaten Pati yang datang berkunjung (sowan) atau sekadar menengok kondisi logistik massa di posko perjuangan depan Gedung DPR RI.

Kendati minim atensi dari legislatif daerah, kepedulian justru mengalir dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) lokal. Mas Botok menyebut bahwa pihaknya menyambut positif pernyataan di media mengenai niat Gubernur DKI Jakarta dan Pramono Anung yang bersedia memfasilitasi kebutuhan warga Pati selama menggelar aksi penyampaian pendapat. Instruksi solidaritas tersebut bahkan telah diteruskan kepada simpul-simpul ormas di ibu kota agar menyambut hangat kedatangan demonstran daerah.

“Dari DPRD Pati belum ada yang datang menemui kami. Cuma kemarin Gubernur DKI Jakarta di media menyampaikan mau memfasilitasi warga Pati yang akan aksi di DPR ini. Memang kita belum pernah bertemu langsung dengan Pak Gubernur ataupun Pak Pramono, tapi informasinya beliau sudah berpesan kepada ormas untuk merangkul AMPB agar difasilitasi dan disambut dengan baik. Kemarin rekan-rekan dari Forum Betawi Rempug (FBR) juga sudah datang dan memberikan kesempatan kepada kita,” ungkap Mas Botok (22/8/2026).

Ia menduga pihak Pemprov DKI Jakarta kemungkinan telah menjalin komunikasi awal dengan elemen massa sipil dari kawasan Bogor atau Jabodetabek, yang rupanya sudah lebih dulu tiba dan menginap di depan Gedung DPR RI demi menunggu kedatangan rombongan Pati. Konsolidasi lintas daerah ini, menurut Mas Botok, menjadi katalis penguat eskalasi pergerakan menuju aksi puncak. Hal ini terbukti dari derasnya dukungan yang masuk melalui komunikasi digital dari berbagai kelompok masyarakat.

“Insyaallah massa dari luar daerah Pati benar-benar akan ikut turun gelanggang secara nyata. Sangat banyak yang sudah menghubungi saya lewat Direct Message (DM) maupun datang langsung ke sana. Mereka mengonfirmasi bahwa komunitas-komunitasnya akan mendukung penuh Gerakan Rakyat Pati dalam aksi demo di Jakarta,” tegasnya.

Di tengah tingginya gelombang dukungan dan massa yang terus berdatangan, Mas Botok tetap menekankan pendekatan terukur terkait proyeksi hasil unjuk rasa. Saat disinggung mengenai langkah taktis apabila desakan pengesahan RUU Perampasan Aset kembali diabaikan oleh para anggota dewan pada hari pelaksanaan, ia menyatakan bahwa pergerakan akan menyesuaikan dinamika lapangan tanpa mengorbankan keamanan.

“Semisal tuntutan ini tidak berhasil, kita akan melihat situasi dan kondisi ke depannya seperti apa. Namun yang paling terpenting saat ini, kita mengutamakan keselamatan dan keamanan seluruh peserta aksi,” pungkasnya. (fa)