FAKTA – Kirab Budaya Mojo Bangkit 2026, yang menjadi rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Mojokerto yang 108, berlangsung cukup semarak dan meriah.
Kirab yang dimulai dari Alon-alon Wiraraja dan melintasi Jalan Majapahit dan berakhir di Balai Kota, digelar pada Sabtu (28/6/2026).
Diikuti tak kurang dari 1.080 peserta tampil cukup memukau dalam parade budaya yang menghidupkan kembali kejayaan Majapahit, lewat atraksi seni, budaya dan teatrikal yang apik.
Mengusung tema “Banjaran Majapahit”, kirab menghadirkan kisah perjalanan tiga era penting Kerajaan Majapahit, mulai dari masa Dyah Wijaya, Tribuana Tunggadewi, hingga puncak kejayaan di bawah pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.
“Mojo Bangkit secara filosofis mengandung makna kebangkitan Kota Mojokerto di berbagai aspek kehidupan masyarakat, sejalan dengan semangat ‘Spirit of Majapahit’ yang terus kita gelorakan, ” tutur Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Kemegahan kirab semakin terasa melalui pertunjukan sendratari yang mengisahkan berdirinya Kerajaan Majapahit, selain itu juga teatrikal kebangkitan pemuda yang menggambarkan semangat generasi penerus dalam menjaga nilai-nilai luhur dan membangun masa depan bangsa.
“Rangkaian Kirab Budaya Mojo Bangkit menyampaikan pesan filosofi dan nilai moral agar sejarah menjadi fondasi perjuangan dalam membangun masa depan Kota Mojokerto,” terang Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.
Suasana semakin bergemuruh ketika Marching Band Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut menampilkan atraksi musik dan formasi yang memukau. Irama perkusi yang menghentak berpadu dengan penampilan barisan peserta, menyedot perhatian ribuan penonton yang memadati sepanjang rute kirab.
Tak hanya itu, berbagai kesenian tradisional turut memeriahkan perhelatan, mulai dari Reog, Barongsai, hingga Bantengan, yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam satu panggung kebersamaan. Dentuman petasan yang menghiasi langit Kota Mojokerto menjadi pelengkap sempurna, menghadirkan suasana meriah, semarak, dan penuh kebanggaan.
Kirab Budaya Mojo Bangkit tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan semangat budaya, penguatan identitas Kota Mojokerto sebagai Bumi Majapahit, sekaligus ajang mempererat persatuan masyarakat dalam merayakan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
“Saya punya harapan besar kegiatan Kirab Budaya Mojo Bangkit menjadi ikon seni budaya tahunan Kota Mojokerto yang bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung, ” pungkas Ning Ita. (Anang Rh)






