Hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. BMKG meminta warga di kawasan rawan bencana meningkatkan kewaspadaan.
Padang, majalahfakta.id — Masyarakat Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada 11-13 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan peluang peningkatan hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki riwayat bencana, berada di sekitar aliran sungai, serta kawasan dengan kontur lereng yang rentan.
Dalam prakiraan terbarunya, BMKG menetapkan sejumlah wilayah di Sumatera Barat dalam kategori waspada dan siaga selama periode tersebut.
Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, dan Dharmasraya, serta daerah di sekitarnya.
Sementara kategori siaga mencakup wilayah yang lebih luas, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, Solok, dan Solok Selatan, beserta wilayah sekitarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas meningkat dapat memicu kenaikan debit sungai dan genangan, sekaligus meningkatkan potensi longsor pada kawasan perbukitan dan lereng yang kondisi tanahnya rentan.
Warga Diminta Tidak Abai
BMKG mengimbau masyarakat tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta memperhatikan lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diminta mengutamakan keselamatan ketika hujan lebat dan angin kencang terjadi. Aktivitas di sekitar sungai, lereng, tebing, maupun kawasan yang berpotensi mengalami longsor sebaiknya dilakukan dengan kewaspadaan lebih tinggi.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar melalui media sosial tanpa sumber yang jelas.
Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk @infobmkg dan @bmkgminangkabau.
Ancaman Hidrometeorologi Perlu Diantisipasi
Potensi cuaca ekstrem tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam memastikan kesiapan personel dan sarana penanganan bencana di wilayah rawan.
Kesiapsiagaan menjadi semakin penting karena bencana hidrometeorologi dapat terjadi dalam waktu relatif singkat ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung di wilayah dengan kondisi geografis tertentu.
Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang berpotensi membahayakan, seperti kenaikan muka air sungai secara cepat, genangan yang meningkat, retakan pada tanah atau tebing, hingga pohon yang berisiko tumbang akibat angin kencang.
BMKG meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak lengah. Kewaspadaan dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko ketika cuaca ekstrem melanda.
Dengan masuknya sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam kategori waspada dan siaga pada 11-13 September 2026, masyarakat diimbau menjadikan informasi cuaca sebagai dasar dalam menentukan aktivitas, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan angin kencang.
Keselamatan harus menjadi prioritas ketika hujan lebat dan cuaca ekstrem mulai terjadi. (SS)






