DPRD Padang Pariaman Pelajari Strategi Bogor Tekan Pengangguran untuk Penguatan Program Ketenagakerjaan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman Topik Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, beberpa waktu lalu. (foto: ss/majalahfakta.id)

FAKTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman Topik Hidayat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor guna mempelajari strategi penurunan angka pengangguran sebagai bahan penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di daerah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Topik Hidayat menggali berbagai pengalaman dan inovasi yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dari perencanaan program pelatihan kerja, jenis keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, mekanisme kemitraan dengan perusahaan, hingga strategi penempatan tenaga kerja.

“Kami datang ke sini bukan hanya untuk berbagi kondisi yang ada di Padang Pariaman, tetapi yang paling utama adalah belajar dari pengalaman Kabupaten Bogor yang dinilai memiliki banyak terobosan dalam menekan angka pengangguran. Kami ingin mengetahui program apa saja yang terbukti efektif, bagaimana pelaksanaannya, dan hal apa saja yang perlu diantisipasi, sehingga nanti bisa kami sesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kemampuan anggaran di daerah kami,” kata Topik Hidayat usai pertemuan.

Dalam diskusi tersebut, ia memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Padang Pariaman, mulai dari profil pencari kerja, tingkat pendidikan masyarakat, potensi sumber daya manusia, hingga tantangan yang dihadapi, terutama kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar serta keterbatasan lapangan pekerjaan.
Menurut Topik, upaya menekan angka pengangguran memerlukan perencanaan yang matang agar program pelatihan keterampilan benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki daya saing untuk memasuki pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Ia menilai pertukaran informasi dengan daerah yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan program ketenagakerjaan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkaya referensi dalam penyusunan kebijakan di Padang Pariaman.

Hasil kunjungan kerja tersebut, lanjutnya, akan dijadikan bahan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Dinas Tenaga Kerja, serta dibahas dalam rapat-rapat kerja DPRD.
Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program ketenagakerjaan, penentuan prioritas pelatihan, serta pengalokasian anggaran yang lebih tepat sasaran sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Padang Pariaman.

Topik berharap berbagai pengalaman yang diperoleh dari Kabupaten Bogor dapat diadaptasi sesuai kondisi daerah sehingga mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.(SS)