Pengadaan Chromebook Rp10 M SDN 6 Gumay Ulu Tidak Pernah Menerima Laptop Chromebook Program Nadiem Makarim, Kasek: Kami Sewa Rp300 Ribu

Kepala SD Negeri 6 Gumay Ulu Budianto, S.Pd., M.Pd. (foto: Bambang MD/majalahfakta.id)

FAKTA – Kepala Sekolah SD Negeri 6 Gumay Ulu Budianto, S.Pd., M.Pd ditemui wartawan FAKTA dan Paltv di ruang kantor Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa jumlah murid 149 siswa dan hingga sekarang belum pernah menerima chromebook alias laptop dari pusat dizaman Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. “Padahal kami sempat mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Lahat minta bantuan chromebook (note book) sejenis laptop untuk sarana belajar bagi siswa kelas 5 yang dibutuhkan untuk Tes Kemampuan Akademik ( TKA) setiap tahun sehingga kamipun harus sewa laptop Rp 300 ribu untuk 25 siswa kelas 5 belajar diluar,” kata Budianto.

“Hingga Sekarang usulan kami tidak pernah mendapat chromebook alias laptop dari Dinas Pendidikan Lahat, apabila ada tugas Tes Kemampuan Akademik ( TKA), terpaksa kami menyewa untuk belajar khusus murid klas 5 ada 25 siswa untuk sarana belajarpun chromebook alias laptop belum mendapatkan jelas salah satu guru pengajar klas 5 ini penting untuk meningkatkan minat belajar siswa khususnya klas 5 jumlahnya 25 murid, sementara SD Negeri 2 Gumay Ulu klas 5 siswanya hanya 5 murid mereka menerima chromebook alias laptop 10 unit laptop,” ulasnya.

“Kami harus merogoh kocek uang untuk belajar khusus murid klas 5 menyewah laptop ada 250 ribu, ada yang 300 ribu dan sewa mobil angkot jumlah siswa kelas 5 ada 25 murid harus belajar diluar sambil mencari sinyal internet, kadang dibawa pohon karena keterbatasan internet belum masuk di Desa Sumber Karya, sehingga belajar Tes Kemampuan Akademik (TKA),” dijelaskan Kepala Sekolah kepada wartawan.

Menurut kepala sekolah SDN 6 Gumay Ulu jumlah siswa murid 149 dan paling banyak siswanya di Kecamatan Gumay Ulu, sedangkan SD Negeri 2 Gumay Ulu mendapatkan chromebook 10 unit, muridnya dibawa 100 siswa,

“Kami sudah mengusulkan untuk meminta kepada Dinas Pendidikan Lahat termasuk pembangunan pagar sekolah, Kantor kami belum ada dan kami ngantor numpang di Perpustakaan jadi apabila siswa membaca literasi terpaksa gabung di ruang kantor dengan lantai belum keramik, ada debunya hanya disemen sudah 13 tahun kondisi SDN 6 Gumay Ulu sangat memprihatikan,” lanjutnya.

“Harapan kami Bupati Lahat Bursah Zarnubi dan wakil bupati lahat ibu Widia Ningsih untuk dapat melihat kondisi sekolahan kami di SDN 6 Gumay Ulu,” pinta Budianto agar kedepannya lebih baik dan Siswa Murid belajar lebih nyaman.

Ditambahkannya chromebook adalah sarana belajar murid ini sangat penting untuk sarana belajar murid klas 5 setiap tahun mereka menggunakan laptop satupun kami belum ada bantuan laptop di SD Negeri 6 Gumay Ulu

“Dan kami sempat mengusulkan ke Dinas Pendidikan usulan yang kami ajukan belum pernah terealisasi,” kata Budiman.

Sebelumnya Sempat diberitakan di majalahfakta.id Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Puskokatara Amrullah akan mengawal pengadaan alat praktik dan peserta didik Laptop senilai Rp10,156.322.400,00; Pemenang CV Karya Abadi Solusindo sistem e Katalog kata Habib kepada wartawan Selasa (12/8/2025), Pengadaan meja dan kursi belajar siswa belajar siswa SMP APBD Tahun 2025, Rp6,278.566.000;

dan Pengadaan seragam SMP beserta atribut Rp 2.684, 181, 786, dimenangkan CV, Samafitro, sistim e katalog

“Kami akan mengawal Pengadaan di Dinas Pendidikan Lahat seperti pengadaan laptop untuk peserta didik,” kata Amrullah kepada wartawan, Rabu (13/8/2025).

Kasus ini penyidikan Jampidsus memanggil Mantan menteri kebudayaan, kebudayaan riset, era dan teknologi di tahun 2019, dan Jampidsus dalam press release Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melibatkan kejati dan Kejari SE Indonesia dalam proses pengusutan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook. Salah satu yang telah memulai penyelidikan yakni Kejari Mataram.

“Jampidsus tidak hanya melibatkan penyidik di Gedung Bundar, tetapi juga teman-teman penyidik di beberapa wilayah kejari, karena inikan (Chromebook) pengadaannya hampir di seluruh Indonesia,” agar diusut di seluruh Indonesia

Selain itu, Anang mengungkap pelibatan ini dilakukan lantaran adanya keterbatasan jumlah penyidik pada Jampidsus Kejagung. Dengan begitu dikerahkan perbantuan oleh penyidik pada Kejaksaan di wilayah.

“Yang jelas, mereka secara resmi ada surat perintahnya sebagai penyidik yang menangani perkara tersebut,”

Senada juga diungkapkan oleh Ketua Serikat Lembaga Independen Firman kami akan mengawali pengadaan laptop Chromebook di Dinas Pendidikan Lahat bila perlu kami desak di Kejati Sumsel melalui Aksi demo kata aktivis Sumsel” Firman didampingi Amrullah,

Kami minta Kejati Sumsel Usut pengadaan laptop Chromebook di era Menteri Kemendikbud ristek Nadiem Nakarim saat ini sedang tahap penyidikan oleh Kejagung RI, kabupaten Lahat anggaran APBD tahun 2025 senilai Rp 10 Miliar lebih pemenangnya CV Karya Abadi Solusindo. (Bambang MD)”