Puan Maharani Minta TNI AL Perkuat Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Puan Maharani, Ketua DPR RI mengungkapkan, keterlibatan tambahan armada dan personel TNI AL diharapkan dapat memperbesar peluang ditemukannya rombongan tersebut. (Foto : DPR RI)

FAKTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta operasi pencarian terhadap lima jurnalis, awak kapal, dan pemandu yang hilang kontak saat melakukan perjalanan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, terus diperkuat.

Puan menyampaikan keprihatinan sekaligus empati kepada keluarga para korban yang hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.

“Kami ikut merasakan kekhawatiran keluarga atas musibah ini. Pencarian teman-teman jurnalis beserta seluruh anggota rombongan di perairan Selat Sunda harus dimaksimalkan,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut diketahui berada dalam satu rombongan bersama seorang pemandu dan dua kru kapal. Mereka terdiri atas M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews.id, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

Rombongan tersebut berangkat menggunakan kapal menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik. Namun, komunikasi dengan mereka kemudian terputus tidak lama setelah keberangkatan pada Senin (7/9/2026).

Dukung Penambahan Kekuatan TNI AL

Upaya pencarian hingga kini masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Area operasi bahkan diperluas hingga mendekati kawasan kawah Gunung Anak Krakatau.

Puan mendukung langkah pemerintah untuk menambah kekuatan dalam operasi pencarian tersebut. Ia juga mengapresiasi instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali agar TNI AL turut membantu pencarian rombongan yang hilang.

Menurut Puan, keterlibatan tambahan armada dan personel TNI AL diharapkan dapat memperbesar peluang ditemukannya rombongan tersebut.

“Operasi pencarian terhadap rekan-rekan media di perairan Selat Sunda dapat semakin maksimal dengan tambahan kekuatan dan armada dari TNI AL,” katanya.

Puan berharap seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR dapat bekerja secara optimal sehingga keberadaan rombongan segera diketahui.

“Semoga rombongan jurnalis ini dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ucapnya.

Keluarga Diminta Mendapat Pendampingan

Selain menyoroti operasi pencarian, Puan meminta pemerintah memastikan keluarga para jurnalis dan anggota rombongan memperoleh pendampingan selama proses pencarian berlangsung.

Menurut dia, kepastian informasi menjadi hal penting bagi keluarga yang tengah menghadapi situasi penuh ketidakpastian. Dukungan psikologis juga diperlukan untuk membantu keluarga menghadapi kondisi tersebut.

“Penting agar pihak keluarga mendapat pendampingan dari Pemerintah, termasuk jaminan update informasi serta kebutuhan untuk psikologis mereka,” tutur Puan.

Puan menilai peristiwa tersebut sekaligus menggambarkan besarnya risiko yang dihadapi sejumlah kelompok masyarakat ketika menjalankan tugas di wilayah rawan bencana.

Ia menyebut jurnalis memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai situasi di lapangan. Dalam konteks tersebut, pemandu, awak kapal, relawan hingga peneliti juga memiliki kontribusi masing-masing dalam mendukung aktivitas di wilayah berisiko.

“Pengabdian untuk kepentingan masyarakat harus diikuti kepastian perlindungan. Dan tentunya dukungan dan perlindungan tersebut dapat diwujudkan melalui operasi pencarian yang maksimal,” ujar Puan.

Masyarakat Diminta Menjauhi Area Berbahaya

Di tengah masih berlangsungnya pencarian, Puan mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung membuat kewaspadaan menjadi penting, khususnya bagi masyarakat maupun pihak yang melakukan aktivitas di sekitar perairan gunung api tersebut.

“Bagi masyarakat, jauhi dulu area berbahaya. Dan selalu patuhi imbauan petugas atau pihak-pihak yang berwenang. Prioritaskan keselamatan dan keamanan diri,” kata Puan. (F1)

Sumber : DPR RI