Batu Pertama untuk Rumah Ibadah yang Merangkul, GSJA Maranatha Family Dimulai

Wali Kota Batu Nurochman meletakkan batu pertama pembangunan GSJA Maranatha Family. (Foto: Mud)

Kota Batu, majalahfakta.id — Senin pagi 7 September 2026, halaman GSJA Maranatha Family di Kecamatan Batu tidak seperti biasanya. Ada tenda sederhana, ada kursi berderet, dan ada semangat yang terasa lebih hangat dari biasanya.

Di tengah jemaat yang hadir, Wali Kota Batu Nurochman melangkah maju. Dengan semen dan cetok di tangan, beliau meletakkan batu pertama. Bukan sekadar seremoni. Itu adalah tanda bahwa sebuah rumah ibadah baru akan tumbuh — tempat doa, tempat bertumbuh, tempat pulang.

Pembangunan sarana dan prasarana GSJA Maranatha Family ini memang sudah lama dinantikan. Bagi jemaat, ini tentang kenyamanan. Bagi kota, ini tentang cara kita merawat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman tidak berbicara hanya soal tembok dan atap.

“Pembangunan tempat ibadah bukan hanya berkaitan dengan sarana fisik,” katanya. “Ini bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Kota Batu. Kerukunan yang kita rasakan hari ini adalah hasil dari proses panjang, dari kepedulian kita semua.”

Ia menegaskan, pemerintah punya kewajiban yang sama untuk semua umat beragama di Kota Batu. “Tentu ada mekanisme dan ketentuan yang harus kita ikuti bersama,” ujarnya. Tapi di balik aturan itu, ada niat sederhana: memastikan setiap orang bisa beribadah dengan tenang dan aman.

Harapannya juga khusus. Bangunan ini kelak harus ramah untuk semua — untuk anak-anak yang berlarian di halaman, untuk warga lanjut usia yang butuh pegangan saat menaiki tangga, untuk setiap hati yang datang mencari teduh.

Pesan yang paling sering diulang pagi itu adalah tentang toleransi.

Wali Kota mengajak jemaat dan seluruh warga Batu untuk terus menjaga keterbukaan, saling menghormati, dan memperkuat kerukunan. “Tempat ibadah bisa menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan saling peduli,” ucapnya.

Kalimat itu disambut anggukan. Di Kota Batu, perbedaan memang bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dirawat.

Perwakilan Pengurus GSJA Jawa Timur, Pdt. Andi Winarko, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Batu.

“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar sampai selesai,” ujarnya. “Dan lebih dari itu, kami berharap GSJA Maranatha Family bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan generasi muda.”

Bagi gereja, gedung baru bukan tujuan akhir. Ini adalah alat. Alat untuk mendidik, menguatkan, dan menjangkau.

Saat batu pertama tertanam rapi, tidak ada sorak berlebihan. Hanya doa, tepuk tangan, dan tatapan optimis.

Mungkin beberapa bulan ke depan kita akan melihat tiang-tiang berdiri, dinding terbentuk, dan atap terpasang. Tapi yang dimulai hari ini bukan hanya konstruksi. Yang dimulai adalah komitmen: bahwa di Batu, setiap umat punya tempat, dan setiap tempat punya cerita tentang kebersamaan. (Mud/F.1015)