Daerah  

Antrean BBM Subsidi Belum Terurai, Haji Fani Akan Lakukan Evaluasi

FAKTA – Pemerintah Kabupaten Tabalong akan melakukan evaluasi terhadap kesepakatan pengaturan pembelian bahan bakar minyak bersubsidi di SPBU, menyusul masih panjangnya antrean kendaraan di sejumlah titik pengisian BBM.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani yang diwawancarai belum lama tadi. Haji Fani menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tabalong terus memantau pelaksanaan kesepakatan yang telah dibuat bersama para pengelola SPBU untuk menjaga ketertiban penyaluran BBM bersubsidi.

Untuk memastikan kesepakatan yang telah dibuat berjalan dengan baik, Pemkab Tabalong juga telah menempatkan 2 orang petugas Satpol PP di setiap SPBU, khususnya di wilayah perkotaan.

Iapun menambahkan dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Tabalong berencana mengundang kembali pihak terkait untuk mengevaluasi efektivitas kesepakatan yang telah diterapkan, termasuk mengkaji langkah-langkah tambahan yang dinilai mampu mengurai antrean di SPBU.

“Nah, tapi tentu kami terus akan mengevaluasi ya, mungkin terkait dengan kesepakatan yang sudah dilaksanakan ini, mungkin dalam beberapa hari ke depan, mungkin kita akan mengevaluasi, kita undang lagi, mungkin kita akan lihat treatment apa yang harus kita undang untuk memastikan kesepakatan ini berjalan, ataupun menjadi ada reduksi terkait dengan antrian yang begitu panjang,” kata Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.

Haji Fani juga menambahkan, salah satu penyebab meningkatnya antrean adalah beralihnya sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite, menyusul selisih harga yang semakin besar, sehingga permintaan terhadap BBM bersubsidi meningkat signifikan.

Untuk itu ia juga mengimbau seluruh ASN agar tetap menggunakan Pertamax pada kendaraan dinas, mengingat Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang diprioritaskan bagi masyarakat yang berhak.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong meminta masyarakat dan pengelola SPBU mematuhi kesepakatan pembatasan pembelian, yaitu maksimal 70 ribu rupiah untuk kendaraan roda dua dan 300 ribu rupiah untuk roda empat dalam satu hari satu kali pengisian, agar distribusi BBM lebih merata dan antrean dapat berkurang. (tbl/eya)