FAKTA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Buruh Nusantara Bersatu (SBNB) Aceh Barat, Syamsul Rizal A.Zm., menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS). Bagi Syamsul, upaya ini bukan sekadar pemekaran wilayah administratif, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk membuka babak baru pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Dukungan ini disampaikan seiring dengan terus bergulirnya gerakan masyarakat yang dikoordinasikan oleh Tim Percepatan Pembentukan Provinsi ABAS di bawah pimpinan H. Kamaruddin atau yang akrab disapa Hakam.
Melampaui Batas Administratif
Syamsul Rizal menilai, narasi pembentukan provinsi baru sering kali disalahartikan hanya sebagai perubahan batas wilayah. Padahal, substansi dari perjuangan ABAS jauh lebih dalam. Ia melihat ini sebagai solusi atas ketimpangan pembangunan yang selama ini dirasakan.
“Yang sedang diperjuangkan bukan sekadar lahirnya sebuah provinsi baru, tetapi hadirnya masa depan baru bagi masyarakat Barat Selatan Aceh. Ini tentang bagaimana rakyat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata, cepat, dan tepat,” ujar Syamsul Rizal.
Ia menyoroti potensi besar kawasan Barat Selatan Aceh yang kaya akan sumber daya alam, memiliki posisi geografis strategis, serta warisan budaya yang kuat. Namun, potensi tersebut belum optimal karena terkendala jarak birokrasi, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya akses investasi. Dengan adanya provinsi baru, diharapkan pengambilan kebijakan menjadi lebih responsif dan pelayanan publik lebih dekat dengan masyarakat.
Seruan Gotong Royong Lintas Elemen
Menyadari kompleksitas tantangan ini, Syamsul Rizal menekankan bahwa keberhasilan perjuangan ABAS tidak bisa dibebankan pada segelintir orang. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu.
“Kita membutuhkan keterlibatan semua pihak. Para ulama, tokoh adat, akademisi, pemuda, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga kaum perempuan harus menjadi bagian dari gerakan besar ini. Setiap orang memiliki peran dan kontribusi yang unik demi masa depan daerah,” tegasnya.
Kepada Tim Percepatan ABAS, ia berpesan agar proses advokasi dijalankan secara transparan dan inklusif. Pendekatan berbasis data, kajian akademik, serta komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan dinilai kunci untuk memperkuat fondasi perjuangan ini.
Harapan kepada Pemerintah Pusat
Di tengah dinamika tersebut, Syamsul Rizal juga menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Pusat. Ia meminta agar aspirasi masyarakat Aceh Barat Selatan dilihat secara objektif, tidak hanya dari kacamata administrasi pemerintahan, tetapi juga dari perspektif keadilan sosial dan pemerataan pembangunan nasional.
“Daerah yang maju akan menjadi kekuatan baru bagi bangsa. Ketika pembangunan lebih merata, investasi tumbuh, dan lapangan kerja terbuka, maka kontribusi daerah terhadap nasional juga akan semakin besar,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Syamsul Rizal mengajak warga untuk menjaga persatuan dan menjadikan perjuangan ABAS sebagai gerakan yang bermartabat.
“Pada akhirnya, yang kita perjuangkan adalah harapan masyarakat, masa depan anak-anak kita, dan kesejahteraan yang lebih merata. Mari satukan langkah dan tekad demi terwujudnya Barat Selatan Aceh yang lebih maju, kuat, dan sejahtera,” pungkasnya. (F-472)






