Daerah  

Wali Nagari Kuranji Hilir Gandeng Perantau Berantas Narkoba dan Pekat, Ranah-Rantau Bersatu Selamatkan Generasi

Pertemuan Pemerintah Nagari dengan perantauan, di Padang (24/5/2026). (Foto : SS/majalahfakta.id)

FAKTA — Pemerintah Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, mengambil langkah strategis dengan menggandeng para perantau untuk memerangi berbagai penyakit masyarakat (pekat) seperti narkoba, pencurian, pergaulan menyimpang, hingga tindak asusila yang dinilai semakin meresahkan warga.

Langkah tersebut diwujudkan melalui musyawarah bersama yang digelar Wali Nagari Kuranji Hilir, Janar Byen, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Kuranji Hilir dan Sekitarnya (IKRARS) Kota Padang, Sabtu (24/5/2026).

Pertemuan itu membahas langkah konkret pencegahan dan penanganan persoalan sosial yang dinilai mengancam masa depan generasi muda di wilayah Sungai Limau.

Wali Nagari Kuranji Hilir, Janar Byen, mengatakan keterlibatan perantau menjadi sangat penting untuk memperkuat peran pemerintah nagari dan unsur adat dalam menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.

“Persoalan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Kami bersama Badan Musyawarah Nagari berharap dukungan penuh dari para perantau untuk ikut mengatasi persoalan ini,” kata Janar Byen.

Menurut dia, sinergi antara ranah dan rantau menjadi kekuatan utama dalam mengembalikan nilai-nilai adat dan norma agama yang mulai tergerus.

Ia juga menyoroti mulai melemahnya peran sebagian niniak mamak dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Kondisi itu, menurutnya, diperparah dengan belum harmonisnya hubungan antara unsur adat dan perangkat nagari di beberapa wilayah.

Karena itu, kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi solusi penting demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Perlu mempererat hubungan antara rantau dan kampung dalam setiap persoalan yang terjadi di nagari,” ujarnya.

Janar Byen menambahkan, peran perantau semakin dibutuhkan seiring berkembangnya wilayah di Kecamatan Sungai Limau yang kini telah dimekarkan menjadi beberapa nagari baru.

Sementara itu, tokoh perantau Sungai Limau, Mayor TNI Rasul Hamidi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah nagari dalam memberantas penyakit masyarakat.

Ia menegaskan, para perantau siap turun tangan apabila terdapat pihak-pihak yang menghambat upaya perbaikan sosial di kampung halaman.

“Apapun kebijakan Wali Nagari yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat banyak, kami warga Sungai Limau di rantau siap mendukung. Jika ada yang menjadi penghalang demi kebaikan kampung, kami siap turun,” tegasnya.

Keterlibatan para perantau dinilai tidak hanya sebatas dukungan moral, tetapi juga menjadi kekuatan sosial dalam memperkuat pengawasan masyarakat serta membangun kembali kepedulian terhadap generasi muda di kampung halaman.

Pemerintah nagari berharap gerakan bersama antara unsur adat, tokoh agama, masyarakat, dan perantau dapat menjadi benteng sosial dalam menekan angka kriminalitas serta penyalahgunaan narkoba di wilayah Sungai Limau. (ss)