FAKTA – Persoalan keamanan di wilayah Kelurahan Nunu dan Tatura Utara, Kota Palu, menjadi perhatian Kapolsek Palu Selatan AKP Mohammad Kasim.
Ia mengajak masyarakat, khususnya tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk berperan aktif meredam potensi konflik serta menjaga situasi tetap kondusif.
Pesan tersebut disampaikan Mohammad Kasim saat melaksanakan kegiatan Salat Jumat keliling di Masjid Jami Darusalam, Jalan Emisaelan, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Jumat (6/11/2026).
Di hadapan sekitar 350 jamaah, Kapolsek menyinggung upaya penyelesaian persoalan antara warga Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa yang hingga kini belum sepenuhnya mencapai kesepakatan damai.
Menurutnya, Polri masih mengedepankan langkah mediasi dan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh pemuda.
Namun, penegakan hukum tetap menjadi bagian dari upaya penyelesaian apabila diperlukan.
Mohammad Kasim meminta para tokoh dan orang tua turut memberikan pemahaman kepada warga agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pengawasan terhadap kalangan remaja juga menjadi perhatian khusus. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam aksi yang berpotensi memicu konflik maupun tindak pidana.
“Para tokoh agama, tokoh pemuda, dan orang tua diharapkan aktif memberikan pemahaman kepada warga agar tidak terlibat dalam tindakan yang mengganggu kamtibmas. Terutama kepada anak-anak kita yang masih remaja, mari bersama-sama melakukan pengawasan,” kata Mohammad Kasim.
Selain persoalan konflik antarwarga, Kapolsek juga mengingatkan jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor.
Warga diminta tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi terbuka atau tanpa pengamanan saat diparkir. Penggunaan kunci ganda, memilih lokasi parkir yang aman dan mudah diawasi, serta tidak meninggalkan kunci kontak di kendaraan menjadi langkah pencegahan yang ditekankan.
Ia juga mengajak masyarakat dan keluarga untuk bersama-sama membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, pergaulan berisiko, kenakalan remaja, aksi geng motor, hingga berbagai bentuk kriminalitas lainnya.
Di tengah maraknya informasi di media sosial, Mohammad Kasim turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi berita yang belum terverifikasi.
Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, menurutnya, berpotensi memperkeruh situasi dan memicu perselisihan di tengah masyarakat. Karena itu, warga diimbau lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Kapolsek juga meminta dukungan dan doa dari para ustaz serta jamaah agar jajaran kepolisian dapat menjalankan tugas menjaga keamanan dengan baik, khususnya dalam menangani persoalan di wilayah Kelurahan Nunu dan Tatura Utara.
“Melalui kegiatan Salat Jumat ini, kami berharap hubungan antara Polri, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat semakin erat,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.50 WITA tersebut berakhir pada pukul 12.40 WITA. Selama pelaksanaan, situasi berlangsung aman dan kondusif.
Salat Jumat keliling menjadi salah satu sarana pendekatan kepolisian kepada masyarakat melalui komunikasi langsung dengan jamaah dan tokoh agama. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Palu Selatan. (mad)






