Ketika Seseorang Kehilangan Jati Diri Demi Mengikuti Lingkungan

Jangan sampai keinginan untuk diterima membuat kita kehilangan prinsip yang selama ini menjadi pegangan. (Foto : JPI)

PESAN INDAH AL-QUR’AN NOMOR 0136
QS. Al-Baqarah: 138

FAKTA – Ketika Ia Tak Lagi Mengenali Dirinya Sendiri. “Dulu kamu tidak seperti ini. Sekarang, kok rasanya berbeda sekali?”

Ucapan seorang sahabat lama itu membuat seorang profesional muda terdiam. Mereka bertemu setelah bertahun-tahun tidak berjumpa. Dahulu, ia dikenal sederhana, menjaga salat, berhati-hati dalam pergaulan, dan memiliki prinsip hidup yang kuat.

Namun, sejak memasuki lingkungan pergaulan baru, banyak hal berubah. Ia mulai mengikuti gaya hidup teman-temannya, menghabiskan waktu untuk mengejar pengakuan, dan semakin sering mengabaikan kebiasaan baik yang dahulu dijaganya.

Awalnya hanya ingin menyesuaikan diri. Ia tidak ingin dianggap kaku, kurang gaul, atau tertinggal. Tetapi perlahan, ia justru merasa asing dengan dirinya sendiri.

Malam itu, setelah pertemuan berakhir, ia merenung. Apakah selama ini ia sedang membangun kehidupan yang diinginkannya, atau sekadar membentuk diri agar diterima orang lain?

Ia begitu sibuk mengikuti warna lingkungannya, sampai hampir lupa warna apa yang seharusnya membentuk kehidupannya.

QS. Al-Baqarah: 138

صِبْغَةَ اللّٰهِ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ صِبْغَةً ۖ وَّنَحْنُ لَهٗ عٰبِدُوْنَ

“Celupan Allah. Siapa yang lebih baik celupannya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya kami menyembah.”

Pesan Tiga Tafsir

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan shibghatullah sebagai agama Allah, yaitu Islam. Agama Allah memberikan warna pada diri orang beriman. Ia juga menghubungkan makna ini dengan fitrah manusia yang diciptakan untuk mengenal dan menyembah Allah.

Tafsir Al-Azhar – Buya Hamka

Hamka menguraikan shibghatullah sebagai agama dan fitrah yang membentuk manusia. Fitrah yang suci perlu dipelihara melalui pendidikan dan kehidupan yang benar. Agama bukan sekadar identitas, tetapi harus membentuk kepribadian dan arah hidup.

Tafsir Al-Jalalain

Al-Jalalain menjelaskan shibghatullah sebagai agama Allah dan fitrah yang telah ditetapkan-Nya bagi manusia. Tidak ada celupan yang lebih baik daripada celupan Allah. Karena itu, manusia hendaknya menyerahkan diri dan beribadah hanya kepada-Nya.

Cermin Diri

Lingkungan memang dapat memengaruhi cara berpikir, kebiasaan, dan gaya hidup kita. Namun, jangan sampai keinginan untuk diterima membuat kita kehilangan prinsip yang selama ini menjadi pegangan.

Bergaul dan menyesuaikan diri bukanlah kesalahan. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai nilai-nilai yang kita yakini benar justru tersingkir demi mengikuti orang lain.

Biarlah kita hidup di tengah berbagai warna kehidupan, tetapi jangan kehilangan warna iman yang seharusnya membentuk diri kita.

Doa

Ya Allah, warnailah hati dan kehidupan kami dengan agama-Mu. Teguhkan kami ketika lingkungan mengajak kepada hal yang menjauhkan kami dari-Mu. Bimbinglah kami agar mampu bergaul dengan baik tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba-Mu. Aamiin.

Iwan Muhajirin

Story First. Knowledge Later. Legacy Forever.