FAKTA – Protes dilayangkan oleh Ketua Forum Gerakan Mahasiswa Merdeka (FGMM) mengecam keras penanganan kasus di Polresta Mamuju dan Tanggapan Badan Gizi Nasional ( BGN) terkait insiden kekerasan terhadap dua mahasiswa kader PMII Cabang Mamuju yang juga, sekaligus Ketua Gerakan Vendetta Ikhwan Rozi (23) dan Ketua FGMM Fergiawan Rai Zacky (23), serta dugaan pengerusakan sekretariat Gerakan Vendetta, yang di lakukan oleh oknum karyawan SPPG Axuri kelurahan Rimuku Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.
Hal tersebut polisi telah mengamankan 2 tersangka berinisial MF (25) dan HR (29), sementara pengembangan penyidikan terus dilakukan untuk menindaklanjuti pelaku lain yang terlibat dan sampai hari ini hanya baru 2 orang di tersangkakan oleh pihak Polresta Mamuju.
Meskipun dua pelaku sudah diamankan sejak akhir Mei 2026, pihak kepolisian kini tengah mendapat sorotan dan didesak oleh mahasiswa. Penanganan kasus ini disorot karena kelompok pergerakan mahasiswa menuntut penyelidikan mendalam untuk mengungkap dugaan adanya aktor intelektual serta pelaku lain di balik insiden penyerangan tersebut.
Sebentara itu, BGN dan Mitra yayasan SPPG Axuri Kelurahan Rimuku hanya memberikan sanksi SP1 untuk 5 orang dan SP3 untuk 2 orang oknum SPPG.
Dalam hal ini Ketua FGMM menduga adanya tindakan untuk melindungi pelaku oknum SPPG dari Proses hukum yang ada di polresta Mamuju dan sikap tegas BGN terkait kejadian pengeroyokan dan dugaan pengerusakan sekretariat Gerakan Vendetta, ” ungkap Fergiawan Rai Zacky pada media ini, Senin ( 16/6/2026).
Lanjut kata Fergiawan dalam kasus dugaan pengeroyokan dan pengerusakan sekretariat Vendette tersebut FGMM mengambil sikap tegas dan mendesak agar Polresta Mamuju segera Mengembangkan proses penyilidikan kasus ini dan menetapkan tersangka lain yang juga diduga terlibat dalam kasus ini.
Selain itu, ia juga menyoroti BGN harus menunjukkan taring dan mengambil keputusan yang tegas terkait beberapa oknum SPPG di axuri kelurahan rimuku yang harusnya seluruh pelaku oknum yang terlibat segera di berikan sanksi SP3, ” tutup Fergiawan dengan tegas.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak terkait. (Ammank-007)






