Tunas Bhayangkara dari Kaki Gunung Panderman
FAKTA – Senin pagi, 15 Juni 2026, halaman Polres Batu tak seperti biasanya. Derap langkah kecil yang tegas, seragam rapi, dan wajah-wajah belia yang menatap lurus ke depan mengubah suasana menjadi khidmat sekaligus membakar semangat.
Di bawah langit Batu yang cerah, Kapolres AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H. resmi mengukuhkan putra-putri terbaik Kota Apel sebagai Polisi Cilik. Bukan sekadar baris-berbaris.
“Pembentukan Polisi Cilik ini langkah nyata menanamkan disiplin, kepemimpinan, dan cinta tanah air sejak dini,” tegas AKBP Aris di hadapan para Pocil. “Melihat ketegasan dan kekompakan mereka, saya optimis. Masa depan bangsa lahir dari tangan tangguh berkarakter kuat seperti mereka.”
Pengukuhan ini sekaligus jadi penanda dimulainya sebuah amanah besar. Para Pocil kini menyandang status sebagai duta Kota Batu. Mereka akan membawa nama daerah ke ajang Lomba Polisi Cilik tingkat Provinsi di Surabaya, menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, menyampaikan pesan yang tak kalah kuat. “Selamat bertugas. Tumbuhlah menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat, dan negara. Kami dukung penuh perjuangan kalian di Surabaya.”
Yang mencuri perhatian adalah “senjata pamungkas” mereka: kreasi 12 Gerakan pengaturan lalu lintas yang dibalut nuansa budaya khas Kota Batu. Bukan gerakan kaku, tapi tarian kedisiplinan yang berakar pada identitas lokal.
Lebih dari lomba, pengukuhan ini adalah investasi karakter. Di kaki Gunung Panderman, Polri sedang merawat tunas-tunas Bhayangkara. Menjadikan anak-anak bukan hanya tertib di jalan, tapi juga dekat di hati masyarakat. (F1015/mud)






