Komunitas Perupa Delta Sidoarjo Gelar Pameran di Prabangkara Taman Budaya Jatim Surabaya

Ketua Komperta Kris Mariyono (kanan) bersama Kasubbag TU TBJ Sunu Sekarpawening (kiri). (foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Komunitas Perupa Delta (Komperta) kembali bergerak. Menggelar pameran seni rupa bertajuk “Long Street Lintas Generasi”di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jawa Timur, Jl. Gentengkali No. 85 Surabaya dari 13 hingga 19 Juni 2026.

Pameran yang dibuka Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Budaya Jawa Timur (TBJ) Sunu Sekarpawening, S.Sos., M.Si disamping dihadiri para perupa yang berpameran juga undangan pelaku seni rupa dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, Lamongan, Jombang.

Dalam sambutannya Bu Sunu, sapaan akrab Sunu Sekarpawening, membacakan sambutan tertulis Kepala TBJ Dedi Hariyono, S.E. menyebutkan, perkembangan seni rupa di Jawa Timur sesungguhnya sudah menunjukan sinyal kuat untuk menjadi poros seni rupa Indonesia. Hal tersebut dibuktikan tumbuhnya seniman muda berlatar akademis yang produktif sebagai regenerasi perupa l kreatif inovatif sesuai tuntutan zaman. Dengan pameran prakarsa Komperta Sidoarjo bertema “Long Street”, UPT Taman Budaya menyambut baik dan memberikan apreasi yang tinggi.

Pengamat seni rupa Agus Sukamto yang akrab disapa Agus Kucing menyebutkan, pameran “Lintas Generasi: Melampaui Batas Waktu, Menembus Episentrum Zaman” pada akhirnya membuktikan bahwa seni rupa adalah sebuah estafet kemanusiaan. Daya tarik utama pameran ini tidak bisa dipisahkan secara dikotomis antara karya atau pertemuannya. Keduanya adalah satu kesatuan tubuh yang utuh.

“Karya adalah suaranya, sedangkan pertemuan antar-generasi adalah gaungnya,” tandas Agus Kucing M.Sn, yang tercatat sebagai staf pengajar Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya.

“Saya berharap langkah Komperta dengan pameran lintas generasi terus berlanjut,tidak berhenti sampai disini,teruslah bergerak,” pungkasnya.

Ketua Komperta Kris Mariyono mengatakan, pameran seni rupa prakarsa Komperta sebagai wujud pembuktian perupa yang tergabung dalam komunitas perupa yang berdiri sejak 10 tahun silam, masih bergerak dan eksis memainkan kuasnya diatas kanvas seiring tuntutan zaman. Selain sebagai upaya memotivasi generasi muda khususnya untuk berkreasi sesuai perkembangan zaman.

Adapun peserta open call yang mayoritas generasinmuda berasal dari dalam dan luar kota Sidoarjo-Surabaya sepert Jombang, Denpasar dan Singapore yang terpilih mengembangkan kreasinya dibidang seni rupa.

Ungkapan suka dan bangga kepada para perupa bereputasi nasional yang ikut menyemarakan perhelatan pameran Komperta ini seperti Sarwo Prasojo (Banyuwangi), Yoes Wibowo (Pasuruhan) dan Joko Pramono -Jopramb(Surabaya). Para perupa Komperta yang mengetengahkan karyanya; Ali Taufan, Arief Wong, Djagad Ngadianto, Kris M., Miesgianto, Nur Cholis, Yoyok, Vidi Arivianto, Widodo Basuki.

“Jadi total perupa yang berpameran 28 peserta, 8 peserta dari Komperta, 3 peserta undangan khusus dan 17 peserta, dari jejaring Open Call. Total karya yang dipamerkan sekitar 60 karya seni rupa berbagai corak,” ujar Cak Kris sapaan Kris Mariyono.

Pembukaan yang berlangsung sederhana namun semarak ini dengan dihibur performance musik Arul Lamandau. (achmad/rr)