Lahat, majalahfakta.id – Mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat Priode 2014 – 2019 ia juga Panglima Pemenangan BZ dan WIN memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat.
Tahapan pembahasan APBD kebijakan umum perubahan APBD Tahun 2026, 2026 di awali oleh Penutupan RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) yang di rana Bappeda untuk menyelesaikan. Setelah bappeda menyelesaikan RKPD selanjutnya bupati dibantu TAPD menyusun KUA PPAS perubahan.
Setelah selesai disusun diserahkan ke DPRD. Baru dibahas antara DPRD dan TAPD Sampai saat ini RKPD belum diselesaikan oleh bappeda yang telah di surati oleh pimpinan DPRD sampai tiga kali belum ada jawaban.
Penyusunan RKPD dan KUA PPAS ini berdasarkan aturan undang undang 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, PP 12 tahun 2019, Tentang Pengelolaan keuangan daerah, Permendagri 10 tahun 2025.
Sudarman menanggapi batalnya pembahasan rancangan APBD Perubahan tahun 2026 ini jadi pukulan telak Pemerintah Daerah kabupaten Lahat, paska surat pembatalan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat oleh Ishomaita. “DPRD Lahat langsung ambil tindakan melakukan pembahasan Badan Anggaran (Banggar) bersama TAPD,” ujar Sudarman mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat periode 2014 – 2019 saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Lahat, kepada wartawan Minggu (11/10/2026)
Sudarman sekjen DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kabupaten Lahat ia menegaskan kami adalah salah satu partai pemenang pemilu tahun 2024, ingin menyelaraskan antara eksekutif dan legislatif bisa bersinergi untuk membangun kabupaten Lahat kedepannya untuk memberikan kontribusi demi kemajuan Kabupaten Lahat, ” kami adalah partai penyeimbang dan dikenal partainya “wong cilik.”
Sudar juga menambahkan RKPD bisa ditutup kalau OPD sudah lakukan input seluruh kegiatan di SIPD, kenyataannya sampai akhir masih ada belum menyelesaikan input di Sehingga terjadi keterlambatan itu kesalahan teknis yang dilakukan oleh kepala Bappeda Lahat.
“Semoga ini tidak lagi menjadi preseden buruk kedepannya, kita cari benang merahnya bukan bola panas yang digulirkan eksekutif dan legislatif sama-sama mencari solusi terbaik agar tidak ada saling salahkan,” ungkapnya. (Bambang MD)






