Daerah  

SSB Bali Protes Urusan Sampah hingga Mogok Kerja jika Tuntutan Mereka Tidak Dipenuhi

Ketua SSB Bali I Wayan Suarta saat membacakan tuntutan. (Foto : fa/majalahfakta.id)

FAKTA – Atas ditutupnya TPA Suwung pada 1 April kemarin, Forum Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB Bali) melakukan protes di kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra Kementerian Lingkungan Hidup pada Kamis siang (16/4/2026).

SSB Bali mendatangi kantor tersebut dengan membawa armada truk sampah hingga menutup akses ke kantor Gubernur Bali.

Ketua SSB Bali I Wayan Suarta mengungkap kekecewaan atas lambatnya pihak pemerintah dalam menangani masalah sampah padahal masyarakat telah mengikuti instruksi untuk memilah sampah berbabsis sumber usai TPA Suwung ditutup.

“Warga sudah memilah-memilih sampah dari rumah, tapi ketika sudah selesai, truk tidak datang karena truk sampah bingung mau buang ke TPS mana karena alasannya overload (sudah melebihi batas maksimum), ” kata Wayan Suarta.

Kemudian ia membacakan tuntutan SSB Bali seperti meminta kepada pemerintah agar TPA Suwung dibuka kembali sampai PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) beroperasi; memohon pada Presiden untuk turun tangan langsung untuk menyelesaikan polemik sampah Bali; dan apabila tuntutan tidak dipenuhi, maka mereka akan mogok kerja (tidak akan mengangkut sampah).

Selanjutnya, pihak SSB mengirimkan 7 orang perwakilan untuk berdiskusi dengan Gubernur Bali, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung untuk mencapai kesepakatan.
Namun, pihak keamanan tidak memperbolehkan masuk wartawan tanpa alasan yang jelas

Disisi lain, Kapolresta Denpasar Leonardo David Simatupang berharap aksi SSB Bali bisa berjalan dan berakhir dengan kondusif. (fa)