FAKTA – Masyarakat Kabupaten Mamberamo Raya Distrik Mamberamo Tengah, Mamberamo Tengah Timur, Mamberamo Hilir, dan Mamberamo Hulu menerima beras bantuan pangan sebanyak 28.020 kg menggunakan armada KM Cantika 88. Selanjutnya diangkut ke masing-masing Distrik sesuai alokasi Distrik Mamberamo Hilir 5.640 kg, Distrik Mamberamo tengah 6.800 kg, Distrik Mamberamo tengah timur 5.120 kg, Distrik Rufaer 6.740 Kg. Pengiriman melalui Kabupaten Yapen Waropen untuk Distrik Waropen atas, Sawai dan Benuki sebanyak 20.900 menggunakan armada KM. Sabuk Nusantara 100.
Penyerahan beras bantuan pangan ini bertempat di Kasanoweja pada hari Jumat (1/8/2025) pukul 13.30 WIT, pertemuan tersebut sebelum dilakukan penyerahan oleh Transportir CV Harapan Bersama dan Bulog Papua, mewakili pemerintah Daerah Kepala Distrik Mamberamo Tengah Naftali Bilasi menyampaikan terima kasih kepada Bulog Papua yang telah menyalurkan beras sampai ke distrik.
Selain itu Komandan Pos Koramil Distrik Mamberamo Tengah selaku koordinator lapangan Yacobus Meop berharap program penyaluran bantuan pangan merupakan bagian yang langsung menyentuh dengan masyarakat.
“Program bantuan cadangan beras ini sangat bermanfaat bagi kita semua, bantuan pangan untuk masyarakat, ini adalah bukti kehadiran negara melalui pemerintah yang langsung menyentuh setiap masyarakat atau Kepala Keluarga penerima bantuan,” tuturnya.

Dalam pertemuan ini pihak terkait dari Dinas Ketahanan Pangan diharapkan, menampung aspirasi Kepala Distrik sehingga semua biaya yang berhubungan dengan transportasi, biaya TKBM bisa terakomodir ini juga sangat mendukung kelancaran petugas yang datang mengantar beras maupun kepala kepala kampung yang datang ke distrik untuk mengambil beras bantuannya. Lanjutnya biaya transportasi dan TKBM sangat mahal disebabkan belum adanya jembatan di pelabuhan sepanjang Sungai Mamberamo jadi kapal hanya sandar dekat tebing dan barang di bongkar muat di speed setelah itu masyarakat pikul berasnya ke kantor distrik inilah kekurangan di Kabupaten Mamberamo Raya, yang menyebabkan perbedaan TKBM di tempat lain.
Selain itu Hendrik Bilasi Kepala TKBM meminta pemerintah dapat memahami masyarakat adat pemilik Ulayat sekitar pelabuhan. “Ini tanah adat belum dibayar pemerintah jadi kami yang berhak tentukan harga TKBM, harga TKBM termasuk sewa gudang miliknya 2000/kg hal ini tidak dibayangkan oleh Bulog sendiri namun harus dihitung melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk dilaporkan ke Bapanas sehingga setiap pengiriman beras bantuan ke Pedalaman Kabupaten Mamberamo Raya tidak ada masalah,” tutur Hendrik yang juga sebagai ASN di Dinas Kesehatan.
Selain itu kepala distrik menyampaikan aspirasinya terkait transportasi yang bervariasi harga. “Ini dilematis bagi kami karena harga BBM kalau dapat di HPMS 10.000 kalau tidak ada kami harus beli dengan harga 35.000 sampai 70.000 per liter, kemudian kami sewa Speed atau perahu baru kami beli bensin 2 drum sampai dengan 6 drum atau 400 liter sampai dengan 1200 liter kasanoweja sebagai pusat perputaran ekonomi sebagai Distrik induk semua ada di sini sehingga kami bisa keluar dari pelabuhan yang ada di Kaso, pelabuhan Lokbon, pelabuhan Foja dan pelabuhan Bormeso mempunyai tarif yang berbeda sehingga setiap pengiriman barang pemilik kapal harus perhitungkan tarif TKBM sehingga tidak terkendala disaat pembonkaran apalagi jika air sungai surut,” tutur kepala Distrik Rufaer Yohanes Matemtai. (F/1010)






