Lahat, majalahfakta.id – Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih beserta jajaran dinas terkait melakukan kunjungan kerja serta inspeksi mendadak ke Sekolah Dasar Negeri 12, Desa Mutar Alam, Kecamatan Kota Agung, Lahat, yang beberapa waktu lalu sempat viral lantaran keterbatasan sarana dam prasarana sekolah, Rabu (16/9/2026).
Kedatangan rombongan pejabat daerah di sekolah yang berada di kawasan pedesaan tersebut disambut dengan penuh kehangatan dan antusiasme tinggi.
Kepapal SD Negeri 12 Kota Agung, Patianah, S.Pd., para dewan guru, serta puluhan murid menyambut kehadiran para pemimpin mereka dengan senyuman ceria dan sapaan santun di halaman sekolah.
Meskipun SD Negeri 12 Kota Agung memiliki jumlah siswa yang tergolong sedikit berkisar sekitar 60 orang dari kelas satu hingga kelas enam dengan variasi jumlah murid per kelas antara tujuh hingga lima belas orang hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak maupun dedikasi para tenaga pengajarnya.
Pada kesempatan itu ” Widia Ningsih, menegaskan bahwa di tengah efisiensi anggaran, kebijakan pembangunan selalu mengedepankan tingkat prioritas dan urgensi demi kemajuan seluruh sekolah di daerah.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan secara menyeluruh, fasilitas dasar penunjang kesehatan dan kebersihan seperti pembangunan sumur bor beserta toilet atau fasilitas sanitasi telah diselesaikan dengan baik untuk membantu kebutuhan harian warga sekolah.
Langkah perbaikan infrastruktur ini tidak berhenti sampai di situ, sebab pemerintah daerah memastikan bahwa ke depan, program renovasi ruang-ruang kelas akan segera dilanjutkan secara bertahap demi memberikan rasa aman dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Pihak sekolah melalui kepala sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kunjungan serta perhatian nyata yang diberikan. Kehadiran langsung para pemimpin di tengah keterbatasan fasilitas sekolah menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi para guru dan siswa untuk terus bersemangat menimba ilmu.
Kunjungan kerja ini pada akhirnya bukan sekadar agenda formal pemerintahan belaka, melainkan wujud nyata kehadiran negara hingga ke satuan pendidikan terkecil di pelosok yang terpencil. (Bambang MD)






