Daerah  

Papan Nama KDMP Talippuki Kabupaten Mamasa Rusak dan Plang Proyek Tak Dipasang Hingga Ditengarai Penyimpangan Anggaran Pembangunan

Papan nama KDMP Kelurahan Talippuki Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa lepas dan jatuh dari gantungannya hingga rusak sebelum peresmian. (foto: ammank-007/majalahfakta.id)

‎FAKTA – Insiden rusaknya papan nama atau fasilitas proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kelurahan Talippuki Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat sebelum peresmian. Kondisi ini disebabkan oleh pengerjaan konstruksi yang dinilai asal-asalan.

‎Selain itu, tidak terpasangnya plang proyek sehingga warga tidak mendapat info soal total dana rincian anggaran  dan rencana usaha koperasi.

‎Hal tersebut memicu sorotan tajam dari pemuda Talippuki Rizal Kahfi bersama warga setempat. Keluhan utama publik mencakup hilangnya transparansi pelaksana (penyedia jasa tak diketahui) karena hilangnya papan proyek, hingga ditengarai adanya penyelewengan dana pembangunan, ” ungkap Rizal Kahfi pada wartawan fakta, Selasa (2/6/2026).

‎Lanjut ia jelaskan jika proyek menggunakan dana negara, penyedia jasa wajib memasang papan informasi proyek (plang proyek) sejak awal pekerjaan. Ketiadaan papan informasi tersebut adalah pelanggaran terhadap asas Keterbukaan Informasi Publik yang diatur dan diancam sanksi tegas dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP, ” jelasnya dengan tegas.

‎Lebih lanjut secara umum plang proyek wajib memuat informasi berikut:

‎1. Nama Penyedia Jasa: Nama perusahaan kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas.

‎2. Nilai Kontrak: Total anggaran atau biaya proyek secara keseluruhan (termasuk pajak).

‎3. Sumber Dana & Nomor Kontrak: Asal dana (misalnya APBN, APBD, atau swasta), nomor kontrak kerja, dan tanggal mulai/berakhirnya kontrak.

‎4. Masa Waktu Pengerjaan: Jangka waktu (jumlah hari kalender) pelaksanaan dan tanggal penyelesaian proyek.

‎Selanjutnya kata Rizal Kahfi kami tidak yakin perbaikan ekonomi warga Talippuki akan tercapai, jika proses pembangunannya saja tidak transparan. Ini uang rakyat. Tapi rekanan tidak diketahui, laporan keuangan tidak dibuka. Kalau semua tertutup, siapa yang bertanggung jawab saat rusak, ” ujarnya dengan penuh tanda tanya? 

‎Ia juga katakan kami tidak menolak Koperasi Merah Putih. “Kami menolak koperasi yang gelap. Buka datanya, buka rekanannya, buka tanggung jawabnya,” tutup Rizal Kahfi denga tegas. ‎(Ammank-007)