FAKTA – Bali United punya amunisi baru di lini depan. Namanya Marko Dugandzic. Striker jangkung asal Kroasia itu datang ke Pulau Dewata bukan untuk sekadar menambah daftar pemain, tetapi membawa satu misi sederhana: mencetak gol dan membantu Serdadu Tridatu kembali bertarung di papan atas.
Dugandzic langsung memasang mode serius setelah resmi menjadi bagian dari skuad besutan pelatih asal Belanda, Johnny Jansen.
Sebelum menerima pinangan Bali United, pemain yang mengidolakan legenda Belanda Robin van Persie itu mengaku lebih dulu mencari tahu tentang klub barunya. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah rekam jejak Bali United yang sudah mengoleksi dua trofi Liga 1.
Bagi Dugandzic, pencapaian tersebut menjadi bagian dari proyek yang ingin ia ikut lanjutkan.
“Sebelumnya saya pernah mendengar tentang Bali United dan melihat proyek jangka panjang untuk tim ini. Saya berharap kita bisa meraih hal besar secara bersama,” kata Dugandzic.
Targetnya pun jelas. Striker setinggi 190 sentimeter tersebut ingin menjadi bagian penting dari permainan Bali United, bukan hanya sebagai pemantul bola di kotak penalti.
“Saya tertarik untuk membantu tim ini mencapai tujuan, baik mencetak gol maupun bermain sepak bola dengan baik sehingga menghadirkan banyak suporter yang mendukung klub ini,” ujarnya.
Modalnya cukup tebal. Dugandzic bukan striker yang datang tanpa pengalaman. Karier profesionalnya sudah membawanya berkelana di sejumlah kompetisi Eropa hingga Asia.
Ia memulai perjalanan bersama NK Osijek Youth pada 2009/2010 dan mendapat promosi ke tim utama pada musim 2012/2013. Setahun kemudian, ia mencoba atmosfer sepak bola Italia bersama Ternana Calcio dengan status pinjaman.
Setelah kembali ke Kroasia, petualangannya berlanjut bersama Matera 1933. Ia kemudian menyeberang ke Rumania dan memperkuat FC Botosani, CFR Cluj, hingga FC Rapid 1923.
Perjalanan lintas liga itu akhirnya membawa Dugandzic ke Asia. Pada musim 2023/2024, ia bermain untuk Al-Taee FC di kompetisi kasta tertinggi Arab Saudi.
Penampilan di Asia kemudian membuka pintu Korea Selatan. Dugandzic bergabung dengan FC Seoul dan mencatatkan empat gol dari 32 penampilan di kompetisi liga.
Sebelum mendarat di Bali, ia sempat mencicipi sepak bola Bulgaria bersama Levski Sofia.
Jika seluruh perjalanannya dihitung, Dugandzic sudah mengoleksi 298 pertandingan profesional, 72 gol, dan 14 assist.
Angka tersebut kini akan mendapat tantangan baru di Indonesia.
Di Bali United, Dugandzic diharapkan bisa menjadi juru gedor yang membuat barisan pertahanan lawan tak bisa bernapas lega.
Dengan postur 190 cm, pengalaman bermain di berbagai liga, serta kaki kiri sebagai salah satu senjata utamanya, ia punya modal untuk menjadi opsi berbeda bagi lini depan Serdadu Tridatu.
Namun, statistik di masa lalu hanya akan menjadi catatan jika tak diterjemahkan menjadi gol di lapangan.
Musim 2026/2027 kini menjadi panggung baru bagi Dugandzic. Setelah malang melintang dari Eropa hingga Asia, sang striker Kroasia akhirnya mendapat kesempatan membuktikan diri di sepak bola Indonesia.
Dan di Bali United, tugasnya sudah jelas : bikin lini depan lebih tajam, bikin suporter bergairah, dan kalau bisa—bikin jala lawan bergetar sesering mungkin. (marthin)
Sumber : Bali United






