FAKTA – Harga minyak dunia kembali menembus level di atas US$100 per barel. Pergerakan ini bukan sekadar kabar dari pasar komoditas global.
Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak bisa berujung pada tekanan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM), terutama produk nonsubsidi.
Pada perdagangan Selasa (29/9/2026), harga minyak Brent berada di kisaran US$105 per barel, setelah sebelumnya sempat menembus US$108.
Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$92 per barel. Kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang menjaga harga minyak tetap tinggi.
Tekanan itu mulai terlihat di dalam negeri. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberi sinyal bahwa harga BBM nonsubsidi akan mengalami penyesuaian pada Oktober.
Pemerintah menyatakan harga BBM jenis tersebut mengikuti perkembangan harga pasar minyak dunia.
Namun, tidak semua pengguna BBM perlu langsung khawatir. Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026.
Harga BBM subsidi dipertahankan sebagai bagian dari kebijakan menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat.
Mengapa Minyak Dunia Mempengaruhi BBM?
Sederhananya, harga minyak mentah merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan harga BBM.
Sedangkan untuk BBM nonsubsidi, pergerakan harga pasar menjadi salah satu acuan penyesuaian harga.
Wamen Yuliot Tanjung sebelumnya menjelaskan bahwa harga Pertamax antara lain memperhitungkan harga rata-rata minyak dunia, biaya pokok penyediaan, serta margin badan usaha.
Masalahnya, tekanan tidak berhenti pada minyak mentah.
Ketika harga minyak naik, kebutuhan biaya energi dan impor juga dapat meningkat. Jika pada saat bersamaan rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya yang harus dibayar dalam rupiah menjadi semakin berat.
Risikonya kemudian merambat ke biaya transportasi, distribusi dan produksi.
Itulah sebabnya harga minyak dunia menjadi perhatian pemerintah, pelaku usaha, hingga konsumen.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak otomatis membuat seluruh harga barang melonjak, tetapi biaya logistik dan operasional sejumlah sektor berpotensi ikut tertekan.
Oktober, satu hal sudah cukup jelas, Pertalite masih aman, tetapi harga BBM nonsubsidi menghadapi tekanan dari pasar minyak dunia.
Besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi sendiri masih menunggu keputusan pemerintah dan perhitungan parameter pembentuk harga. (F1)






