FAKTA – Suasana haru dan penuh makna mewarnai acara pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lumajang (Spensalu), Rabu (17/6/2026) di halaman Spensalu. Ratusan siswa yang resmi menuntaskan pendidikan tingkat menengah pertama mendapatkan pesan khusus dari Kepala SMPN 1 Lumajang, Hasanuddin, sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dalam momen yang berlangsung penuh emosional tersebut, Hasanuddin menegaskan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan panjang untuk terus menuntut ilmu dan menggapai cita-cita.
Di hadapan siswa, wali murid, dewan guru, dan seluruh tamu undangan, Hasanuddin mengingatkan bahwa pendidikan merupakan kewajiban sepanjang hayat yang tidak boleh berhenti hanya karena telah lulus dari bangku SMP.
“Kalian harus terus belajar dan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kita dituntut untuk mencari ilmu sejak berada di pangkuan ibu hingga masuk ke liang lahat. Karena itu jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki hari ini,” tegas Hasanuddin disambut tepuk tangan hadirin.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut memiliki kemampuan dan wawasan yang luas agar mampu bersaing di masa depan.
Tak hanya soal pendidikan, Hasanuddin juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati terkait pentingnya menghormati guru. Menurutnya, keberhasilan siswa hingga lulus saat ini tidak lepas dari perjuangan para guru yang selama tiga tahun mendampingi, membimbing, dan mendidik mereka di Spensalu.
“Jangan sampai melupakan bapak dan ibu guru yang telah membina kalian sejak kelas VII hingga kelas IX di Spensalu ini. Ketika bertemu di jalan, di pasar, atau di mana saja, wajib disapa. Guru adalah orang tua kedua bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rasa hormat dan takzim kepada guru merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus terus dijaga oleh setiap lulusan.
“Hormat dan takdim kepada guru harus tetap dijaga. Karena keberkahan ilmu juga lahir dari penghormatan kepada orang-orang yang telah mengajarkan dan membimbing kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasanuddin juga mengingatkan agar seluruh ilmu yang diperoleh selama belajar di Spensalu tidak berhenti hanya sebagai teori di dalam kelas, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Amalkan ilmu yang kalian dapatkan selama belajar di Spensalu, walaupun sedikit. Karena ilmu yang bermanfaat akan menjadi bekal berharga untuk masa depan kalian,” pesannya.
Puncak acara berlangsung saat Hasanuddin secara simbolis menyerahkan kembali seluruh siswa kelas IX kepada orang tua dan wali murid masing-masing. Kalimat yang disampaikan membuat suasana aula semakin emosional.
“Dengan mengucap basmalah, maka seluruh siswa-siswi kelas IX Spensalu saya serahkan kembali kepada wali murid masing-masing,” ucap Hasanuddin lagi.
Sejumlah wali murid terlihat terharu menyaksikan prosesi tersebut. Tidak sedikit yang mengabadikan momen bersejarah itu dengan telepon genggam mereka.
Acara pelepasan siswa kelas IX Spensalu tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi tentang pentingnya pendidikan, penghormatan kepada guru, serta tanggung jawab generasi muda untuk terus belajar dan menjaga nama baik almamater.
Sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Lumajang, Spensalu kembali melepas lulusan-lulusan terbaiknya dengan harapan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berprestasi, berkarakter, serta menjadi generasi penerus yang membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan daerah.
Pesan kuat yang disampaikan Kepala SMPN 1 Lumajang menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman, nilai-nilai luhur seperti menghormati guru, mencintai ilmu pengetahuan, dan menjaga akhlak tetap menjadi fondasi utama kesuksesan generasi muda Indonesia. (Fuad/Tiek)






