GOR Rawang Pariaman Bangkit Setelah 22 Tahun, Andre Rosiade Siapkan Rp800 Juta untuk Revitalisasi

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung kondisi GOR Rawang di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, beberapa hari lalu. (Foto : SS)

Pariaman, majalahfakta.id — Setelah lebih dari dua dekade terbengkalai, kawasan Youth Center Kota Pariaman atau GOR Rawang mulai kembali menjadi ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah Kota Pariaman kini mendapat dukungan lanjutan untuk memperkuat fasilitas olahraga dan aktivitas warga di kawasan tersebut.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung kondisi GOR Rawang di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, beberapa hari lalu. Kunjungan itu didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad beserta jajaran pemerintah daerah.

Andre mengatakan revitalisasi GOR Rawang sebelumnya telah mendapat dukungan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN, antara lain dari Semen Indonesia Group dan Hutama Karya.

Salah satu fasilitas yang telah rampung adalah lintasan lari atau jogging track yang dibangun berdasarkan aspirasi Pemerintah Kota Pariaman.

“Alhamdulillah, sekarang lintasan lari yang diminta oleh Pemko Pariaman sudah selesai dikerjakan dan telah digunakan oleh masyarakat untuk berolahraga,” kata Andre.

Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa keberadaan fasilitas olahraga tersebut memang dibutuhkan. GOR Rawang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga, tetapi berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Kawasan itu juga dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan. Aktivitas tersebut membuat revitalisasi fasilitas publik memiliki dampak lebih luas karena sekaligus membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.

Andre menyebut dukungan terhadap GOR Rawang tidak berhenti pada pembangunan lintasan lari. Menindaklanjuti aspirasi Wali Kota Pariaman, pihaknya berencana membantu revitalisasi sejumlah fasilitas lain.

Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain medan nan bapaneh, toilet, serta fasilitas fitnes luar ruang atau outdoor. Dukungan anggaran untuk tahap berikutnya diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta.

“Insyaallah tahun depan kita akan bantu sesuai aspirasi tersebut,” ujarnya.

Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana olahraga sekaligus memperluas fungsi GOR Rawang sebagai ruang publik bagi masyarakat.

Ia menilai fasilitas olahraga yang layak penting tidak hanya untuk membangun budaya hidup sehat, tetapi juga menyediakan ruang positif bagi generasi muda.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan GOR Rawang sebelumnya berada dalam kondisi yang kurang terawat dan sempat terbengkalai selama sekitar 22 tahun.

Kondisi tersebut perlahan berubah setelah dilakukan revitalisasi, salah satunya melalui pembangunan lintasan lari yang kini telah digunakan masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang telah dilakukan revitalisasi seperti pembuatan jogging track, sehingga GOR Rawang dapat menjadi sarana olahraga bagi masyarakat Kota Pariaman,” kata Yota.

Menurut Yota, perubahan fungsi GOR Rawang juga mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas warga. Masyarakat dari berbagai kelompok usia datang untuk berolahraga dan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang berkegiatan.

Pada saat bersamaan, aktivitas pedagang UMKM turut tumbuh di sekitar kawasan olahraga. Pemerintah daerah berharap geliat tersebut dapat memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Terima kasih Bapak Andre Rosiade yang telah peduli dengan masyarakat Kota Pariaman. Kita berharap GOR Rawang ini dapat menjadi pusat kegiatan pemuda di Kota Pariaman,” ujar Yota.

Sejak lintasan lari selesai dibangun, masyarakat memanfaatkannya setiap hari. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mendorong pola hidup sehat sekaligus menghidupkan kembali GOR Rawang sebagai ruang publik yang terbuka, produktif, dan inklusif.

Dengan rencana revitalisasi lanjutan, Pemko Pariaman berharap wajah GOR Rawang tidak sekadar berubah secara fisik. Kawasan yang selama puluhan tahun kurang berfungsi itu ditargetkan berkembang menjadi pusat olahraga, aktivitas kepemudaan, interaksi sosial, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Revitalisasi GOR Rawang pun menjadi contoh bahwa pemanfaatan fasilitas publik dapat memberi dampak berlapis ketika pembangunan diarahkan pada kebutuhan warga: menyediakan ruang olahraga, menghidupkan aktivitas pemuda, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi UMKM. (SS)