Revitalisasi SD Muhamadiyah Desa Bedug, Tegal, Hadirkan Rasa Nyaman saat Siswa Belajar

SD Muhammadiyah Bedug Tegal dalam melaksanakan kegiatan rehabilitasi sekolah yang didanai program revitalisasi, Foto bawah, Kepsek sekolah SD Muhammadiyah Bedug beserta Ridwan, Kepala ranting Muhammadiyah Desa Bedug. (Foto : Sus)

Tegal, majalahfakta.id – Program revitalisasi satuan pendidikan mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Perbaikan sarana dan prasarana tidak hanya mengubah kondisi fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

Seperti disampaikan Laelia Hening karisma, S.Pd, Kepala Sekolah Dasar Muhamadiyah Desa Bedug Kabupaten Tegal saat ditemui di sekolahnya, Selasa (25/8/2026). Katanya, adanya program bantuan revitalisasi satuan pendidikan dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka nanti dapat belajar tanpa khawatir terhadap kondisi ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan. Kurangnya ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Atap yang tadi bocor sekarang serta ruang belajar yang lebih tertata membuat aktivitas belajar menjadi lebih fokus.

“Kami senang sekolah saat ini sedang diperbaiki dan nantinya kelasnya tidak bocor lagi kalau hujan, belajar jadi nyaman, Sehingga anak Kami bisa belajar lebih nyaman” ungkap salah seorang Wali Murid.

Laelia Hening karisma, S. Pd., menilai, revitalisasi membawa peningkatan signifikan terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar. Selain itu, kondisi sekolah yang lebih inklusif turut mendukung kebutuhan seluruh peserta didik.

“Alhamdulillah sedang dilakukan kegiatan pembangunan sekolah yang didanai anggaran revitalisasi sebesar Rp.1,1 miliar lebih. sekarang kegiatan pembangunan hampir selesai. Perbaikan ruang kelas bisa lebih tertata terasa aman, dan mendukung proses belajar,” ujarnya.

Dampak positif juga dirasakan oleh orang tua siswa. Perubahan lingkungan sekolah dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar anak. Dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak menjadi lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran setiap hari, ujarnya.

“Anak saya sekarang lebih semangat belajar karena ruangannya nyaman dan tidak khawatir bocor saat hujan,” kata salah satu orang tua murid.

Hal senada disampaikan Farid, selaku pengurus Muhamadiyah Bedug, sebelum revitalisasi dilakukan, kerusakan bangunan akibat yang plafonnya roboh bisa diperbaiki. Semua atap ruang kelas dan guru dan perpustakaan diganti dengan yang baru.

“Dipastikan setelah bangunan selesai anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Ini sangat membantu keberlangsungan pembelajaran,” ujar Farid.

Dalam pembangunan melalui dana program revitalisasi menurut Farid dilakukan secara swakelola murni.  Tenaga kerja juga diambil dari daerah setempat. Sehingga bisa mendayagunakan masyarakat sekitar untuk ikut mendapatkan penghasilan dari mereka ikut bekerja.

Harapan Farid, sekolah yang dibawah naungannya bisa mendapatkan bantuan berkelanjutan. Sehingga sekolahnya bisa lebih baik untuk kegiatan belajar mengajar.

Secara keseluruhan, revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan. Lingkungan belajar yang lebih layak menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik, pungkasnya.(sus)