Kota Batu Incar Predikat Kota Kreatif Lewat Rasa

Batu siap jadi Kota Kreatif Indonesia lewat Gastronomi. 31 Juli 2026, Wali Kota Nurochman menandatangani Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I bersama Tim Penilai Nasional Kemenekraf. (foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Batu tidak hanya jual pemandangan. Kota ini sekarang mengincar predikat Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia untuk subsektor gastronomi.

Komitmen itu dikukuhkan Jumat, 31 Juli 2026 di Balai Kota Among Tani. Wali Kota Nurochman menandatangani Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I bersama Tim Penilai Nasional Kementerian Ekonomi Kreatif. Penilaian ini jadi tolok ukur kesiapan Batu mengembangkan kuliner yang lahir dari hasil pertanian lokal.

Nurochman optimistis. Modal Batu jelas: tanah subur penghasil sayur dan buah, ragam kuliner khas, serta UMKM dan pariwisata yang sudah hidup.

“Kami optimistis meraih predikat ini. Bukan sekadar prestasi, tapi jalan untuk promosi kuliner lokal, mendatangkan wisatawan, dan membuka lebih banyak usaha,” ujarnya.

Pemkot juga menyiapkan ekosistemnya. Hasil pertanian tidak lagi dijual mentah, tapi diolah jadi produk bernilai tambah. Lewat program Smart and Integrated Farming, regenerasi petani dikuatkan agar bahan baku kuliner Batu tetap terjaga kualitasnya.

Jika lolos, Batu akan resmi masuk peta KaTa Kreatif Indonesia. Dan kali ini, daya tariknya bukan hanya dinginnya udara, tapi juga rasanya. (Mud)