Oleh : Mud/F.1015
Sejak 30 April 2026, Universitas Airlangga berkolaborasi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam penelitian bertajuk “Transformasi Digital dan Strategi Resiliensi Industri Kreatif Berbasis Green Economy untuk Pencapaian SDGs pada Ekosistem UMKM.” Kolaborasi dalam skema Riset Jatim Melaju ini diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi penguatan ketahanan, daya saing, dan keberlanjutan UMKM kreatif di Jawa Timur.
Penelitian dipimpin oleh Dr. Dyah Puspitasari Srirahayu, S.Kom., M.Hum. dari Universitas Airlangga dengan melibatkan Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta Dr. Ely Masykuroh, M.S.I. dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Keterlibatan tiga perguruan tinggi tersebut memperkuat kolaborasi melalui penggabungan keahlian, pengalaman, serta jejaring kelembagaan yang dimiliki masing-masing mitra.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program, penelitian ini juga memasuki Monitoring dan Evaluasi (Money) Laporan Kemajuan Riset Jatim Melaju 2026. Monev dijadwalkan pada 29 Juli 2026 di UB Guest House, Malang, sebagai bagian dari upaya memastikan. pelaksanaan penelitian tetap sesuai dengan rencana, target, dan luaran yang telah ditetapkan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga mutu dan akuntabilitas pelaksanaan Riset Jatim Melaju.
Tahap monitoring dan evaluasi menjadi penting karena memberikan ruang untuk melihat perkembangan penelitian sekaligus memastikan arah kolaborasi tetap relevan dengan tujuan yang telah dirancang. Bagi tim, proses ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian sementara, berbagai tantangan di lapangan, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih kuat bagi pengembangan UMKM kreatif di Jawa Timur.
Kolaborasi tiga perguruan tinggi menghadirkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan UMKM kreatif dalam menghadapi perubahan lingkungan usaha. Universitas Airlangga memberikan kontribusi dalam penguatan tata kelola informasi, transformasi digital, serta pengembangan kerangka ketahanan usaha. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat kajian kewirausahaan, ekonomi syariah, dan pengembangan. ekosistem usaha berkelanjutan. Sementara itu, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berkontribusi dalam penguatan perspektif ekonomi hijau, resiliensi bisnis, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sinergi tersebut memungkinkan transformasi digital dipahami tidak hanya sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola informasi, mengambil keputusan, memperluas pasar, dan meningkatkan efisiensi usaha. Pada saat yang sama, pendekatan ekonomi hijau mendorong pelaku usaha untuk semakin memperhatikan efisiensi sumber daya, keberlanjutan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
Bagi pelaku UMKM kreatif, hasil kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi usaha yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan informasi, inovasi bisnis, serta penerapan praktik ekonomi hijau menjadi beberapa aspek penting yang dapat mendukung kemampuan UMKM dalam menghadapi perubahan dan mempertahankan keberlangsungan usaha.
Melalui kolaborasi tiga perguruan tinggi yang disertai proses monitoring dan evaluasi secara terstruktur, Riset Jatim Melaju menunjukkan bahwa kerja sama akademik tidak berhenti pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada penciptaan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem UMKM Jawa Timur yang lebih tangguh, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Penelitian ini didanai melalui RKAT Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Universitas Airlangga Tahun 2026-2027 dalam Program Riset Jatim Melaju, berdasarkan Kontrak. Nomor 1224/B/DST/UN3.DRI/PT.01.03/2026.






