FAKTA – Tidak hanya fokus mengurai simpul kemacetan di kawasan Badung Selatan, proyek raksasa yang di- groundbreaking pada tahun 2026 ini mencakup eksekusi infrastruktur jalan sepanjang total 15,6 kilometer. Pemkab Badung secara simultan menyentuh kawasan padat pariwisata Badung Tengah dengan membangun jalan pintas (jalan pintas) sepanjang 4,7 kilometer. Jalur ini membentang dari Berawa, Umalas, Banjar Semer, Kedampal, hingga tembus ke Jalan Teuku Umar Barat dengan lebar jalan mencapai 10 meter. Penataan shortcut Berawa ini diproyeksikan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.
Langkah spektakuler lain yang dibeberkan Bupati Adi Arnawa adalah rencana lanjutan untuk mengkoneksikan akses Sawangan Nusa Dua menuju Jalan Tol Bali Mandara. Pemkab Badung berencana membangun underpass atau overpass baru di depan kawasan Nusa Dua agar arus kendaraan dari dan menuju tol tidak lagi terhambat di jalur konvensional.
Sementara untuk jangka panjang pada periode 2027–2028, Pemkab Badung telah merancang jalan arteri baru selebar 30 meter yang menghubungkan Gatot Subroto (Denpasar) menuju Canggu, Munggu, dan Mengwitani dengan estimasi anggaran pengeluaran lahan serta konstruksi mencapai Rp3,2 triliun.
“Guna mengantisipasi kendala kekurangan lahan serta masalah sosial di pemukiman padat sepanjang Gatot Subroto Barat, kami bahkan merancang pembangunan jalan bawah tanah ( underpass/terowongan ) sepanjang 400 meter menuju Canggu,” ungkap Bupati Adi Arnawa di hadapan Gubernur Wayan Koster saat akan melakukan groundbreaking JLS.
Ia menambahkan, konektivitas tersebut tidak akan berhenti di Canggu. Rute akan dilanjutkan dari Terminal Mengwitani Penarungan, Abiansemal menuju, Latu, hingga Bongkasa melalui dua jalur utama selebar 30 meter. Integrasi jalan antarwilayah di Badung Utara, Tengah, dan Selatan ini diyakini akan memperkuat fondasi ekonomi daerah serta meningkatkan kenyamanan warga maupun wisatawan secara berkelanjutan.
“Jika memungkingkan untuk menghindari kendala sosial di organisasi padat Gatot Subroto Barat, kami merencanakan pembangunan jalan bawah tanah ( underpass/tunnel ) sepanjang 400 meter menuju Canggu. Lalu konservasi dipertahankan dari Mengwitani ke Penarungan, Abiansemal, Latu, hingga Bongkasa. Jika seluruh seluruh besar ini terhubung, fondasi ekonomi Badung akan tumbuh semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Adi Arnawa penuh percaya diri.
Sementara itu, Gubernur Bali mengapresiasi usaha Adi Arnawa yang sudah menjabarkan strategi pembangunan secara rinci meski diawal hanya mendapatkan gambaran umum saja. Koster mengingatkan agar rencana pembangunan yang sudah dimulai diselesaikan sebelum masa jabatan habis.
“Ini Pak Adi jadi Bupati masik okelah..Bisa saya rekomendasikan dua periode nanti, tapi kalau selesai..kalau tidak selesai, tidak akan saya rekomendasikan,” ucap Koster kepada Adi Arnawa. (fa)






