FAKTA — Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah meningkatkan intensitas penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) setelah permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut melonjak dalam beberapa waktu terakhir.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan volume penyaluran beras SPHP kini mencapai lebih dari 40 ton per hari. Angka itu meningkat tajam dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar 10 ton per hari.
“Permintaan beras SPHP saat ini sedang sangat tinggi. Sebelumnya kami hanya menyalurkan sekitar 10 ton per hari, sekarang sudah mencapai 40-an ton per hari. Ini menandakan masyarakat mulai menyukai beras SPHP,” kata Jusri kepada awak media di Palu, Jumat (24/7/2026).
Meningkatnya permintaan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas beras SPHP sekaligus mencerminkan kebutuhan akan beras dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kondisi pasar.
Untuk memperluas jangkauan distribusi, Bulog memberikan kesempatan kepada pedagang yang bekerja sama untuk mengajukan permintaan pasokan hingga 4 ton beras SPHP per hari. Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat distribusi sehingga masyarakat di berbagai wilayah lebih mudah memperoleh beras SPHP.
“Kami memberikan kesempatan kepada pedagang untuk mengajukan permintaan hingga 4 ton per hari agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah dan distribusinya lebih merata,” ujar Jusri.
Bulog memastikan penyaluran dilakukan melalui jaringan pedagang resmi agar pasokan tetap tersedia di pasaran sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Sesuai ketentuan yang berlaku, beras SPHP dijual dengan harga berkisar Rp60.000 hingga Rp62.500 per kemasan lima kilogram di tingkat pedagang.
Bulog Kanwil Sulawesi Tengah juga mengimbau masyarakat membeli beras SPHP melalui pedagang resmi agar memperoleh harga sesuai ketentuan serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. (Mad)






