FAKTA – Ketua Umum DPN LidikkrimsusRI Ossie Gumanti mempertanyakan Pengadaan Mobil Dinas Operasional Lapangan pagi anggaran sebesar Rp3.311.241.000.00 (Tiga Milyar Tiga Ratus Sebelas Juta Dua Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah) ternyata direalisasikan sebesar Rp 3.015.042.992.00; diduga Adanya Mark Up.
Kami minta kepada APH Untuk menelusuri Pengadaan Mobnas Operasional di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat tegas ” Ossie
Pengadaan mobil Dinas lapangan untuk dibelikan 2 unit merek Isuzu Traga kalau di cek di online per unit Rp 375 juta, kalau 2 unit Rp 700 juta, on the road, sedangkan untuk harga mobil dump truk 1 unit kisaran Rp 1,Milyar lebih.
Sedangkan anggaran pengadaan mobil operasional di DLH tahun 2025 mencapai Rp 3 Milyar lebih kalau ditotal Jumlahnya dibayar sekitar Rp 1,8 M, kemana sisa uang Rp 1,2 Milyar disinyalir ada indikasi Mark Up terang ” Ossie kepada wartawan Selasa (21/7/2026)
Ossie meminta kepada Kapolda Sumsel melalui Direskrimsus Polda untuk dapat menindaklanjuti laporan Lidikkrimsus RI kami akan melayangkan surat ke Direskrimsus Polda Sumsel.
Terpisah Plt Kadis DLH melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan B3 saat dihubungi wartawan kemarin dia menjelaskan untuk beli mobil 2 unit Isuzu Traga dan dump truk lebih jelas tanyakan kepada Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup pak Feri saat menghubungi FAKTA,
Terpisah Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lahat bungkam dibaca centang biru, hingga berita ini dipublish belum memberikan jawabannya saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat washhap kemarin 21 Juli 2026
Kami dari majalah fakta menunggu hak jawab dari Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lahat, agar berita ini berimbang sesuai undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. (Bambang MD)






